(Taiwan, ROC) – Pakar ahli pada hari Rabu tanggal 24 Juni menyampaikan jika saat menggunakan mesin pendeteksi bergelombang berat pada tahun lalu, sempat menemukan sebuah rasi bintang yang aneh, dengan berjarak sekitar 800 juta kecepatan cahaya dari planet bumi. Adapun rasi bintang aneh tersebut berkemungkinan adalah lubang hitam skala kecil yang ada di antariksa atau mungkin juga bintang neutron berskala besar.
European Gravitational Observatory atau EGO, dengan menggunakan The Advanced Virgo Detector, dan memadukan dengan 2 stasiun observasi bintang yang ada di Amerika dengan sistem gelombang berat, pada tahun lalu berhasil mendeteksi adanya sebuah rasi bintang, dan diperhitungkan memiliki massa 2,6 kali lipat dibandingkan dengan matahari.
Adapun berat rasi bintang tersebut, tampaknya sama dengan yang disebut sebagai mass gap oleh para pakar sains. Kini telah diketahui, jika massa bintang neutron adalah 2,5 kali lipat dibandingkan dengan matahari, sementara massa teringan dari lubang hitam adalah 5 kali lipat dibandingkan dengan matahari, sehingga kedua jenis massa tersebut memiliki mass gap. Sebelumnya, tidak pernah ditemukan adanya rasi bintang yang memiliki massa sebesar 2,6 hingga 5 kali lipat dari matahari.
Pakar sains menyebutkan bahwa 780 juta tahun silam, ada sebuah rasi bintang yang tak diketahui statusnya, yang memiliki massa sebesar 2,6 kali lipat dari matahari, yang kemudian menyatu dengan lubang hitam yang memiliki massa sebesar 23 kali lipat dari matahari, sehingga membentuk sebuah lubang hitam yang bermassa 25 kali lipat dari matahari. Di samping itu, ada sebagian gelombang berat yang dikeluarkan, dengan melakukan penembakkan pada bumi sendiri, dapat dideteksi adanya gelombang berkategori sangat berat.
Bintang Neutron dan lubang hitam sendiri terbentuk akibat ledakan supernova dan juga akibat pelepasan energi dari dalam rasi bintang bermassa besar. Adapun energi inti yang lebih ringan yang dihasilkan dari rasi bintang, biasanya akan berubah menjadi bintang neutron, sementara bagi yang memiliki massa berat biasanya akan ambruk dan membentuk sebuah lubang hitam.
Para peneliti internasional juga menyampaikan laporan ini di Astrophysical Journal Letters, berkenaan dengan jenis massa yang cukup unik, sehingga berkemungkinan memiliki ragam penjelasan terkait.
Salah satu penjelasan yang paling penting adalah, rasi bintang aneh tersebut memiliki massa yang lebih kecil dari bintang neutron, yang sebenarnya telah terhisap ke dalam lubang hitam.
Pakar ahli Christopher Berry mengatakan, “Ini adalah sebuah hal yang sangat mengagetkan, sehingga benar-benar merubah pandangan manusia tentang lubang hitam dan juga pembentukkan bintang neutron.”