History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Polemik Pulau Diaoyutai, Presiden Tsai Ing-wen : Pemerintah Berupaya Keras Mempertahankan Hak Nelayan Taiwan untuk Menangkap Ikan

  • 24 June, 2020
  • 尤繼富
Polemik Pulau Diaoyutai, Presiden Tsai Ing-wen : Pemerintah Berupaya Keras Mempertahankan Hak Nelayan Taiwan untuk Menangkap Ikan
Polemik Pulau Diaoyutai, Presiden Tsai Ing-wen : Pemerintah Berupaya Keras Mempertahankan Hak Nelayan Taiwan untuk Menangkap Ikan

(Taiwan, ROC) --- Dewan Kota Ishigaki Jepang merubah nama Pulau Diaoyutai dari Tonoshiro menjadi Tonoshiro Senkaku. Yang mana hal ini kembali membuat isu kepemilikan terhadap pulau tersebut kembali memanas. Pada tanggal 23 Juni 2020, diberitakan ada kapal nelayan Taiwan yang diusir oleh otoritas Jepang di zona perairan Taiwan-Jepang.

Pada tanggal 24 Juni 2020, Presiden Tsai Ing Wen menegaskan bahwa Diaoyutai berada di ruang lingkup wilayah kedaulatan Republik Tiongkok (R.O.C). Sikap tegas pemerintah untuk mempertahankan pulau tersebut tidak pernah tergoyahkan. Otoritas Taiwan akan melakukan yang terbaik untuk menjaga wilayah kedaulatan Republik Tiongkok.

Kepala Negara melanjutkan, dirinya percaya masyarakat Taiwan dapat merasakan dedikasi pemerintah untuk melindungi hak-hak nelayan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Yuan Eksekutif telah memerintahkan Coast Guard Administration (CGA) untuk mengerahkan seluruh kekuatannya, memastikan keselamatan dan hak para nelayan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin kelancaran nelayan menangkap ikan di Perairan Diaoyutai. Selama ini mereka juga telah merasakan hasil nyata yang diperjuangkan oleh pemerintah. Hak menangkap ikan merupakan bagian dari perwujudan nyata kedaulatan R.O.C.”

Presiden menyampaikan, situasi regional yang kini tengah dihadapi memang sangat kompleks. Apalagi banyak tindakan sepihak yang terus dilancarkan pihak tertentu, kian merunyamkan persoalan yang ada.

Untuk menghadapi persoalan ini dibutuhkan pemikiran yang tenang dan matang. Dalam mempertahankan kedaulatan wilayah dalam negeri, kita harus mempertahankan semangat kerja sama regional. Oleh karena itu, Taiwan sangat menentang tindakan sepihak yang telah mengganggu kestabilan di kawasan regional. Pihak Taiwan berharap agar seluruh pihak dapat menghentikan tindakan provokatif yang dapat merusak kedamaian di perairan tersebut.

Pada tanggal 23 Juni 2020, kapal nelayan Taiwan diberitakan sempat dihadang dan diusir oleh kapal wisata berbendera Jepang, saat berada di zona perairan Taiwan-Jepang. Menurut laporan dari pihak CGA, pada pukul 10:00 pagi (23/6), kapal tersebut berada di 63 kilometer dari Su’Ao Yilan. Saat itu, kapal navigasi Jepang sempat mengambil gambar dan meminta kapal Taiwan untuk berhenti beroperasi. Kapten kapal segera melaporkan kondisi tersebut dan meminta bantuan kepada pihak pengamat CGA. Tidak lama berselang, sekitar pukul 10:56 pihak CGA kembali melaporkan jika kondisi sudah kondusif.

Komentar

Terbarumore