(Taiwan, ROC) --- Pusat Pengendalian Epidemi Sentral (CECC) baru-baru ini merilis pengumuman yang mengizinkan wisatawan asing dari 11 negara yang dianggap memiliki resiko penularan "rendah", untuk masuk ke Taiwan. Pada tanggal 23 Juni 2020, Kementerian Pendidikan (MOE) telah menerima formulir pengajuan yang meminta agar tiga pelajar asing asal Hong Kong diizinkan masuk ke Taiwan. Pelajar Hong Kong tersebut dikabarkan akan mendarat di Taiwan pada tanggal 26 Juni 2020 mendatang. MOE menambahkan pihaknya masih harus mengevaluasi, sebelum memberitahukan pihak sekolah terkait.
Pekan sebelumnya CECC telah mengumumkan daftar 11 negara atau kawasan yang dianggap memiliki resiko penularan rendah; meliputi Vietnam, Hong Kong, Makau, Thailand, Palau, Australia, Selandia Baru, Brunei, Fiji, Mongolia dan Bhutan. Pelajar asing yang berasal dari 11 wilayah tersebut dan rencananya akan lulus tahun ini, dipersilakan untuk memasuki Taiwan.
MOE juga telah mengirim surat yang ditujukan kepada 20 instansi pendidikan di Taiwan, yang meminta agar pihak sekolah untuk melangsukan proses evaluasi terkait. Para pelajar diperkirakan akan mendarat di Taiwan pada tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2020.
Pihak sekolah juga diminta untuk mengatur seluruh prosedur penanggulangan epidemi, dimulai dari pengaturan kamar isolasi, jadwal penerbangan dan informasi penginapan yang akan ditempati para pelajar tersebut.
Setelah para pelajar tersebut tiba di Taiwan, petugas karantina akan terlebih dahulu memeriksa kondisi fisik masing-masing. Jika tidak menderita demam atau gejala mencurigakan lainnya, para pelajar akan dipersilakan melewati gerbang imigrasi dan menuju ke aula kedatangan.
Setelah itu, mereka diwajibkan untuk melapor ke stasiun pelayanan yang telah ditempatkan di bandara, kemudian menuju ke mobil penjemputan khusus. Selanjutnya mereka akan dibawa ke kawasan penginapan yang menjadi tempat isolasi.
Setibanya di pusat isolasi, pihak sekolah juga berkewajiban memberitahukan perihal prosedur pengendalian epidemi kepada pelajar asing.
MOE menambahkan, hingga hari ini telah ada beberapa pihak sekolah yang mengajukan. Diperkirakan ada 3 pelajar asal Hong Kong yang akan mendarat di Taiwan pada tanggal 26 Juni 2020. Kemudian pada tanggal 28 Juni 2020, 4 pelajar Hong Kong lainnya juga dijadwalkan akan tiba di Taiwan.
MOE akan mempercepat seluruh proses birokrasi, guna memperlancar kedatangan pelajar-pelajar asing tersebut.