(Taiwan, ROC) - Jumlah kedatangan di Bandara Internasional Taoyuan meningkat tajam pada hari Senin, hari pertama Taiwan membuka kembali pintunya bagi para pelancong bisnis asing dari negara dan wilayah tertentu sejak pertengahan Maret, saat pengontrolan perbatasan dilaksanakan akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Menurut Bandara Taoyuan, kedatangan pada hari Senin berjumlah 1.475 penumpang, lebih banyak 607 penumpang dari sehari sebelumnya; sementara keberangkatan mencapai 643 penumpang, bertambah 43 penumpang dibandingkan hari Minggu.
Namun, pihak bandara mengakui bahwa mereka tidak yakin apakah kenaikan itu hanya akan terjadi pada hari pertama saja, atau apakah jumlahnya akan terus meningkat di hari-hari mendatang.
Sehubungan dengan meredanya pandemi Covid-19, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) telah mengizinkan pelancong bisnis dari 11 negara berisiko rendah dan empat negara berisiko moderat untuk masuk dan menetap secara jangka pendek di Taiwan.
11 negara dan wilayah yang dianggap CECC sebagai berisiko rendah adalah Selandia Baru, Australia, Makau, Palau, Fiji, Brunei, Vietnam, Hong Kong, Thailand, Mongolia dan Bhutan; sedangkan negara dan wilayah berisiko moderat adalah Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Singapura.
Agar memenuhi syarat untuk program yang dimulai hari Senin itu, pelancong bisnis dari ke 15 wilayah tadi harus menerima persetujuan sebelumnya dari CECC, dan memberikan pada saat kedatangan bukti tes negatif untuk Covid-19 yang dilakukan dalam waktu tiga hari sebelum keberangkatan.
Mereka juga tidak dapat melakukan perjalanan ke negara lain dalam waktu 14 hari sebelum kedatangan mereka.
Setelah memasuki Taiwan, para warga asing yang datang untuk berbisnis dan menetap untuk jangka pendek ini hanya akan dikarantina selama lima hingga tujuh hari dan bukan standar 14 hari yang ditentukan, dan dapat tinggal di Taiwan maksimum tiga bulan untuk berbisnis sesuai dengan status visa mereka.