(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 7 Juni 2020, 116 warga Taiwan menumpangi pesawat LOT Polish Airllines, kembali ke tanah air. Hari ini tanggal 22 Juni 2020, mereka pun telah menyelesaikan masa karantina. Beberapa pelajar menuliskan kartu ucapan sebagai tanda terima kasih kepada tim medis yang telah merawat mereka.
Saat ini kecamuk pandemi COVID-19 di Taiwan diketahui mulai melambat. Maskapai penerbangan Polandia, LOT Polish Airllines membawa pulang 116 warga Taiwan kembali ke tanah air. Kebanyakan dari mereka merupakan pelajar dan pengusaha Taiwan. Kepulangan mereka pada tanggal 7 Juni 2020 silam, menjadi tonggak sejarah penerbangan Taiwan dengan Polandia. Untuk pertama kalinya sebuah pesawat diterbangkan langsung dari Polandia menuju Taiwan. Setibanya di Taiwan, seluruh penumpang menjalani prosedur pemeriksaan, sebelum dikirim ke pusat karantina untuk diisolasi.
Wakil Kepala Taipei City Hospital, Huang Tsun-chen (黃遵誠) menyampaikan 116 penumpang telah dibebaskan dari status karantina pada tanggal 22 Juni 2020. Ada sekitar 44 warga diberitakan telah meninggalkan pusat isolasi pada pukul 00:00. Di samping itu, 72 penumpang lainnya juga telah kembali ke rumah masing-masing pada pukul 08:00 pagi.
Huang Tsun-chen melanjutkan, kebanyakan dari mereka yang menumpangi maskapai Polish Airllines adalah pelajar Taiwan, yang masih berusia sangat belia. Awalnya, tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan kecepatan fasilitas internet yang disediakan oleh pusat isolasi.
Huang Tsun-chen menambahkan, dirinya tidak pernah mendengar keluhan serupa dari para warga yang sebelumnya pernah menempati pusat isolasi tersebut. Tidak lama berselang, ia pun menemukan titik terang perihal jaringan internet yang melambat.
Sebagian besar dari mereka, menggunakan jaringan internet dalam waktu yang sama, guna mengikuti proses pembelajaran atau menghadiri Ujian Akhir Semester (UAS) melalui video konferensi. Hal ini ditengarai menjadi penyebab mengapa jaringan internet di pusat isolasi menjadi lambat.
Di samping itu, beberapa pelajar juga meminta kepada staf pusat isolasi untuk disediakan kuliner khas musim panas.
Di masa-masa akhir karantina, beberapa siswa menuliskan kartu ucapan terima kasih yang ditujukan kepada seluruh staf pusat isolasi. Mereka sepakat bahwa tim medis garda terdepan merupakan pahlawan utama dalam periode penanggulangan epidemi.
Mayoritas pelajar merasa pemerintah Taiwan telah bekerja keras untuk menekan risiko penyebaran pandemi di dalam negeri. Mereka juga mengakui kinerja pemerintah dan staf pelayanan di pusat isolasi yang dan sangat tanggap dalam memenuhi kebutuhan para warga.
Bahkan ada pelajar yang menuliskan, "Terima kasih kepada pemerintah Taiwan yang telah mengizinkan kami untuk tinggal di pusat isolasi yang bersih, tenang dan terawat. Tinggal di pusat isolasi yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan mumpuni, bagai mendapat undian yang berharga."