(Taiwan, ROC) – Belakangan ini banyak media yang memberitakan jika strain virus COVID-19 yang kini merebak di Beijing memiliki kemiripan dengan strain virus Taiwan. Juru Bicara Pusat Komando Epidemi Sentral Chuang Jen-hsiang pada hari Sabtu tanggal 20 Juni mengklarifikasi bahwa jenis strain virus tersebut masuk dari Turki pada bulan Maret lalu, yang mana hal ini dapat dibuktikan dengan pengecekan pada tubuh sang pasien. Chuang Jen-hsiang menegaskan bahwa strain virus tersebut bukanlah dibawa dari Taiwan ke Beijing.
Pandemi COVID-19 kembali merebak di Beijing, yang mana disinyalir banyak yang berasal dari pasar Shinfadi, dan hampir menyerupai strain virus yang berada di kawasan Eropa. Belakangan ini juga ada media yang melaporkan jika pakar ahli dari Hong Kong menemukan strain virus COVID-19 di Beijing, menyerupai strain virus yang ada di Republik Ceko, Taiwan dan Eropa.
Dalam jumpa pers, Chuang Jen-hsiang memaparkan dengan merujuk kepada penemuan awal di Taiwan, jenis strain virus tersebut berasal dari Turki, yang mana ada kelompok wisatawan yang pergi ke Turki pada tanggal 4 hingga 13 Maret silam, dan setelah kembali ke Taiwan didapati ada 13 orang yang positif terinfeksi.
Chuang Jen-hsiang menjelaskan usai Taiwan menemukan strain virus, segera memberikan data informasi kepada dunia internasional melalui platform medis yang ada, dan yang pasti adalah strain virus bukan berasal dari Taiwan, serta tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Taiwan.