History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Banyak Lulusan Baru yang Harus Bekerja Sebagai Partimer

  • 18 June, 2020
  • 鄭蕙玲
Banyak Lulusan Baru yang Harus Bekerja Sebagai Partimer
Banyak Lulusan Baru yang Harus Bekerja Secara Partimer

(Taiwan, ROC) – Seiring dengan hantaman pandemi COVID-19 terhadap perekonomian, maka jumlah pekerja yang mengalami kondisi cuti tanpa gaji terus mengalami peningkatan dan mendobrak angka terbanyak sejak 10 tahun terakhir. Selain itu, jumlah pengangguran juga terus mengalami peningkatan, pasar lapangan kerja kini menghadapi kondisi kekurangan dalam hal penyediaan, jumlah pesaing yang terus meningkat, sementara banyak perusahaan yang tidak lagi menambah jumlah karyawannya. Hal ini juga diutarakan oleh beberapa lulusan baru tahun ini saat diwawancarai oleh media, yang mana mereka harus menerima kenyataan yang mengharuskan mereka untuk bekerja secara part timer. Juga ada yang berhasil mendapatkan pekerjaan pada tahun lalu dengan upah gaji sebesar NT$ 38.000 per bulan, namun pekerjaan tersebut justru telah tiada di tahun ini.

Amanda mengatakan,“Justru terus melakukan pekerjaan yang menggunakan kekuatan badan, dimana hal ini berbeda dengan apa yang saya pelajari sebelumnya, maka saya rasa ini tidak ada hubungannya sama sekali, saya merasa bahwa nilai diri saya semakin lama semakin tidak ada harganya di dalam kehidupan sosial, dan membuat saya selalu sedih serta tidak berdaya.”

 Amanda sendiri adalah lulusan baru di tahun ini, ia sendiri mengambil jurusan bahasa asing saat kuliah, sembari bekerja paruh waktu. Ia awalnya beranggapan jika dengan bekerja paruh waktu, maka kelak setelah lulus bisa berubah menjadi pekerja tetap. Akan tetapi karena kondisi pandemi yang masih terus mengganas, prestasi perusahaan juga tidak begitu baik, dan ia sendiri di-PHK sebelum sempat lulus kuliah, kini dirinya hanya bisa bekerja part time di pusat perbelanjaan, guna mendapatkan pemasukan untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Sementara Neil yang kini berusia 25 tahun, tahun lalu telah mendapatkan pekerjaan dengan upah gaji sebesar NT$ 38.000, namun ia sempat cuti pada pertengahan tahun lalu karena kecelakaan. Kini saat dirinya hendak mengajukan lamaran serupa, peluang serupa justru sulit untuk ditemukan lagi.

Dalam menghadapi kondisi parahnya lapangan pekerjaan yang ada, banyak pekerja yang harus rela bekerja sebagai part timer, agar bisa mendapatkan pemasukan tambahan. Ambil contoh, Mali yang berusia 35 tahun, selain bekerja di sebuah perusahaan, pada subuh hari ia mengambil pekerjaan part timer sebagai pengirim barang, bahkan pada saat musim panas ia juga bekerja sebagai tukang servis AC. Semua ini dilakukannya demi untuk mendapatkan pemasukan guna membiayai kebutuhan hidup.

Komentar

Terbarumore