(Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) hari Kamis (18/6) mengumumkan penambahan baru 1 kasus COVID-19 di Taiwan yang terinfeksi dari luar negeri, penambahan kasus ini adalah seorang yang sempat satu pesawat dengan pasangan suami istri yang pulang dari Bangladesh yang terkonfirmasi infeksi sebelumnya, dengan demikian kumulatif kasus COVID-19 di Taiwan berjumlah 446 kasus, tetapi hingga hari sudah selama 67 hari berturut-turut tidak ada penularan dalam negeri.
Juru bicara CECC, Zhuang Ren-xiang menyampaikan, hari ini seorang yang yang terkonfirmasi infeksi COVID-19 adalah seorang pria berusia 60 tahun lebih yang pada bulan Januari tahun ini bekerja di Bangladesh, pada tanggal 12 Juni pulang dari Bangladesh ke Malaysia dan pada tanggal 13 Juni sempat satu penerbangan dari Malaysia ke Taiwan dengan kasus ke-444 dan kasus ke-445 serta 12 pengusaha Taiwan lainnya, posisi duduk dalam pesawat dari kasus ke 446 berada satu baris di depan dari tempat duduk pasangan suami istri tersebut, saat ini diperkirakaan kemungkingan penyebaran infeksi pesawat dari Banglades cukup tinggi, untuk itu akan memperluas pelacakan orang-orang yang sempat berinteraksi.
CECC mengemukakan, penambahan 1 kasus ke-446 setelah tiba di Taiwan langsung menjalani karantina rumah dan tidak berinteraksi dengan kerabat dan keluarga sama seklai, sementara berdasarkan dari data pelacakan CECC, ada 6 orang yang berinteraksi dengan kasus ke-444 dan ke-445 yaitu orang yang duduk berdekatan termasuk ke-446 ditambah dengan pramugari.
CECC menyampaikan, saat ini jumlah kumulatif COVID-19 di Taiwan ada 446 kasus yang terdiri dari 355 kasus terinfeksi dari luar, 55 kasus terinfeksi dari dalam negeri dan 36 kasus dari armada misi persahabatan. Dari seluruh kasus terkonfirmasi ada 7 kasus meninggal, 434 orang terbebas dari isolasi sementara lainnya masih dalam isolasi rumah sakit.