(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 17 Juni 2020, Dewan Pertanian (COA) mengumumkan, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) telah mencabut kawasan Taiwan dari daftar negara Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak babi. OIE sebelumnya telah meninjau dan akhirnya memutuskan bahwa Taiwan merupakan kawasan yang bebas dari PMK. Ini menjadi bukti kerja keras pemerintah Taiwan dalam 23 tahun belakangan, yang akhirnya berbuah manis. COA memperkirakan, Taiwan akan kembali mengekspor daging babinya pada pertengahan akhir tahun ini. Dalam siaran persnya, OIE menuliskan “Rapat tahunan OIE untuk tahun 2020 ini terpaksa harus dibatalkan, mengingat masih merebaknya pandemi COVID-19. Di lain pihak, OIE telah merilis rangkaian prosedur, yang mana dapat dipergunakan oleh pihak kongres untuk menentukan resolusi tertentu”. Dalam siaran pers tersebut, juga tertulis bahwa Taiwan telah masuk ke dalam “Daftar Kawasan Non-Epidemi Penyakit Kaki dan Mulut (Non Vaksin)”. Selain itu, Santa Carina Brasil dan beberapa kawasan di Columbia juga telah disertakan ke dalam “Daftar Kawasan Non-Epidemi Penyakit Kaki dan Mulut (Vaksin)”.
Wabah PMK merebak di Taiwan pada tahun 1997 silam. Taiwan telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi dampak penyebaran, meliputi pemusnahan dan pemberian vaksin. Pada tanggal 1 Juni 2018, COA juga telah meluncurkan program ekstraksi jarum tahap ketiga. Hingga tanggal 30 Juni 2019, tidak ada kasus hewan ternak babi yang dilaporkan menderita PMK. Pada tanggal 1 Juli 2019, COA kembali mengumumkan bahwa pihak mereka telah memenuhi standar kualifikasi untuk mendaftarkan Taiwan sebagai kawasan bebas PMK. Di akhir tahun 2019, COA juga telah memberikan laporannya dan menggelar jajak pendapat.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) juga telah merilis pernyataan resmi mereka pada Senin malam. MOFA menyampaikan seluruh kawasan Taiwan (tidak termasuk Pulau Kinmen) telah didaftarkan sebagai kawasan bebas PMK (Non Vaksin). Semenjak wabah ini melanda pada tahun 1997 silam, pemerintah dan masyarakat bahu membahu, guna memulihkan kondisi yang ada. Atas kabar yang dirilis oleh OIE, otoritas MOFA pun menyampaikan ucapan terima kasihnya. MOFA mengemukakan, Taiwan akan terus menggalang kerja sama dengan OIE dan negara-negara anggota, guna memperkuat jaminan keamanan pangan dunia.
Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, perjuangan keras nan panjang Taiwan, akhirnya berbuah manis. Selama 24 tahun terakhir ini, Taiwan telah berupaya keras untuk meminimalisasi dampak dari wabah PMK. Ketua COA, Chen Chi-chung (陳吉仲), juga telah memberikan laporannya kepada kepala negara. Dengan dihapusnya Taiwan dari “Daftar Negara Wabah PMK”, membuat otoritas setempat dapat segera mengekspor daging sapinya ke luar negeri.
Kepala Negara juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses panjang ini. Ke depannya, Taiwan akan berupaya keras untuk mempromosikan negosiasi ekspor daging babi, yang mana akan membuka lebih banyak peluang bagi penggiat usaha lokal.