History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA ajukan prihatin atas rencana Jepang mengubah nama Kepulauan Diaoyutai

  • 15 June, 2020
  • 陳志勇
MOFA ajukan prihatin atas rencana Jepang mengubah nama Kepulauan Diaoyutai
Juru bicara MOFA Joanne Ou

(Taiwan, ROC) - Perihal rencana Kota Ishigaki di Okinawa untuk mengubah nama Kepulauan Diaoyutai yang disebut Jepang sebagai Kepulauan Senkaku, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan tanggal 6 Juni telah mengajukan prihatin pada pihak Jepang dari tiga tempat, yakni Taipei, Tokyo dan Naha.

Di hari yang sama, MOFA juga memerintahkan kantor perwakilan di Jepang dan Naha untuk menyelami latar belakang rencana Jepang tersebut, dan memublikasi keterangan pers, menegaskan kembali kedaulatan Republik Tiongkok atas kepulauan Diaoyutai.

Demikian diungkapkan oleh juru bicara MOFA Joanne Ou (歐江安) pada hari Senin, 15 Juni, merespons permintaan ormas nelayan Yilan dan legislator Partai Kuomintang (KMT) kepada pemerintah untuk mengambil tindakan konkrit dalam melindungi kedaulatan atas Diaoyutai.

Menurut Ou, kantor perwakilan di Naha telah dua kali meneleponi Walikota Yoshitaka Nakayama, memintanya untuk dengan cermat menangani isu ini karena bisa merusak persahabatan antara Taiwan dan Jepang.

Joanne Ou mengatakan, “Aksi Jepang atas isu Diaoyutai tidak berguna bagi keamanan dan kestabilan regional. Kami harap Jepang bisa menangani isu ini dengan cermat.”

Nakayama, lanjut Ou, menerangkan bahwa rencana mengubah nama Diaoyutai telah disetujui oleh Dewan Kota Ishigaki pada Juni 2018 tapi belum diimplementasikan, belakangan diungkap kembali karena banyaknya jumlah kapal militer Tiongkok yang memasuki dan mengusir kapal nelayan Jepang yang beroperasi di perairan Diaoyutai.

Komentar

Terbarumore