(Taiwan, ROC) - Kaohsiung telah melaporkan lima kasus demam berdarah hantavirus terkonfirmasi tahun ini, jumlah tertinggi dalam empat tahun terakhir, demikian dilaporkan Departemen Kesehatan Kaohsiung pada hari Minggu, 14 Juni.
Dengan demikian, lima orang di Kaohsiung telah terinfeksi hantavirus sejauh ini pada tahun 2020, tertinggi dilaporkan sejak tiga kasus terkonfirmasi dicatat sekitar waktu ini pada tahun 2016, kata Ho Hui-pin (何惠彬) dari Divisi Pencegahan Penyakit.
Ho mengemukakan, dicatatnya kasus-kasus tersebut telah menyebabkan pemerintah kota untuk meningkatkan kampanye pembasmian tikus dan mendesak warga untuk membantu menangkap tikus, hewan pengerat utama yang menyebarkan hantavirus.
Menurutnya, kasus hantavirus kelima di Kaohsiung adalah seorang wanita berusia 50-an yang bekerja di sebuah warung mie di Distrik Fengshan kota. Ia mencari perawatan medis setelah digigit tikus di tempat kerjanya pada 19 April, dan mencari dokter lagi setelah menunjukkan gejala penyakit, termasuk demam dan sakit kepala, pada 24 Mei.
Wanita itu dirawat di rumah sakit pada 26 Mei karena gejalanya tidak membaik. Ia kemudian dikonfirmasi terinfeksi hantavirus pada 12 Juni, menjadi kasus kelima tahun ini di Kaohsiung dan ketujuh di seluruh Taiwan, di mana dua kasus lainnya tercatat di New Taipei dan Keelung.
Ho menerangkan, Kaohsiung melaporkan lebih banyak kasus hantavirus daripada kota atau kabupaten lain karena memiliki kepadatan populasi tikus yang lebih tinggi.
Ia juga mengingatkan, berbeda dengan tiga kasus pada tahun 2016 yang semuanya terkait dengan pasar malam yang sama, lima pasien tahun ini semuanya adalah pekerja di industri katering dan makanan di tempat berlainan.