(Taiwan, ROC) – Pusat Riset dan Evaluasi Kesehatan Institut Kedokteran University of Washington Amerika, pada tanggal 11 Juni lalu menyampaikan bahwa dengan merujuk pada kalkulasi kondisi penyebaran pandemi yang ada, maka diprediksi Amerika akan kembali menghadapi serangan pandemi COVID-19 gelombang ke 2 mulai tanggal 15 September mendatang, dan berkemungkinan akan menyebabkan jumlah kasus meninggal meningkat menjadi hingga mencapai angka 170 ribu orang.
Institute for Health Metrics and Evaluation atau IHME memprediksi mulai dari saat ini hingga akhir Agustus, jumlah kasus kematian akibat pandemi COVID-19 akan berada dalam batasan stabil, namun pada pekan ke 4 di bulan Agustus, khususnya saat memasuki bulan September, ada peluang untuk meningkat secara signifikan.
Adapun prediksi ini, dilakukan dengan metode kalkulasi dari data statistik yang dimiliki saat ini oleh pihak IHME, ditambah lagi dengan budaya mobilisasi warga Amerika yang dimiliki. Selain itu, kondisi tersebut juga disebabkan karena adanya pelonggaran berbagai peraturan terkait tugas pencegahan dan pembatasan jaga jarak sosial. Saat ini dapat diketahui jika di beberapa negara bagian, mulai ada berbagai kegiatan bersifat massal, banyak warga yang mulai berkumpul bersama di saat hari libur nasional, ditambah lagi dengan berbagai aksi demonstrasi yang bersifat massal.
Pihak IHME memperkirakan jika jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di Amerika hingga tanggal 1 Oktober, mampu mencapai sebanyak 169.890 orang. Sementara itu, merujuk kepada data statistik hasil kalkulasi dari Johns Hopkins University, hingga saat ini jumlah kasus yang meninggal dunia di Amerika telah tercatat sebanyak 113.820 orang.
Pihak IHME mengingatkan bahwa ada ebagian negara bagian yang berkemungkinan alami serangan pandemi gelombang ke 2 lebih awal, hal ini disebabkan adanya pelonggaran dalam peraturan jaga jarak sosial. Adapun negara bagian yang memiliki peluang untuk kenaikan jumlah kasus kematian antara lain Florida, Arizona, Georgia dan Colorado.
Berdasarkan hasil perhitungan dari IHME, jumlah kasus kematian terbanyak berada di negara bagian New York, yakni mencapai angka 32.310 orang, sementara New Jersey mencapai angka 13.077 orang, California mencapai angka 8.821 orang dan Michigan mencapai angka 8.771 orang.