(Taiwan, ROC) --- Di tengah melambatnya wabah pandemi COVID-19 di Taiwan, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga telah melonggarkan beberapa ketentuan penanggulangan epidemi. Namun demikian, otoritas terkait masih mengadopsi starategi manajemen resiko pencegahan epidemi. Beberapa pengusaha dalam negeri mulai meminta agar Taiwan mulai menambah jalur penerbangan kargo, mengingat tingginya permintaan angkutan barang lintas selat. Sebelumnya, jalur penerbangan yang melayani penumpang lintas selat dari Taiwan menuju 4 kawasan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masih berjalan normal.
Kementerian Perhubungan (MOTC) menyampaikan, pihaknya tengah mencanangkan untuk menambah jalur penerbangan kargo dengan menggunakan pesawat penumpang menuju 6 wilayah lainnya di RRT, meliputi Shenzhen, Chongqing, Guangzhou, Qingdao, Ningbo dan Changsha. Menteri MOST, Lin Chia-lung menyampaikan, pihaknya masih mengevaluasi perihal penggunaan pesawat kargo atau pesawat penumpang. Namun demikian, mereka masih membutuhkan proses negosiasi dengan anggota komite urusan RRT dan CECC.
Lin Chia-lung mengatakan, “Kami pihak MOTC, termasuk Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) dan maskapai penerbangan, akan berdasar pada permintaan di pasar. Apalagi saat ini, hubungan antar selat yang kian meningkat, baik kapasitas penumpang maupun kargo. Kami juga telah membuat perencanaan yang relevan. Hal ini juga tentu telah disesuaikan dengan perkembangan penularan epidemi yang ada, dan arahan kebijakan dari CECC. Kami juga akan berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk di sini adalah Dewan Urusan Daratan Tiongkok.”
Saat ini, rute penerbangan yang melayani jalur lintas selat, hanya mencakup Beijing, Shanghai Pudong, Xiamen dan Chengdu. Ke empat jadwal penerbangan tersebut telah diberlakukan semenjak tanggal 10 Februari 2020 silam. Di samping itu, maskapai penerbangan Timur Tengah, Uni Emirates akan mulai melayani jadwal penerbangan Dubai-Taipei mereka sebanyak 3 kali seminggu, terhitung tanggal 17 Juni 2020 mendatang.