(Taiwan, ROC) – Tugas pencegahan pandemi COVID-19 yang dilakukan oleh Taiwan saat ini, boleh dikatakan sukses dan berhasil, termasuk dengan adanya pembentukkan pusat komando yang berdiri pada garis terdepan, dan serangkaian aksi tindakan serta peraturan yang jauh melampaui dari standar yang ada. Wakil Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral Chen Tsung-yan 陳宗彥pada hari Jumat tanggal 5 Juni menyampaikan bahwa pihak Taiwan berhasil melakukan pencekalan di bagian kawasan perbatasan negara, terhadap 138 orang yang berasal dari luar negeri, yang artinya mencapai 39% dari jumlah total kasus positif terinfeksi COVID-19. Hal ini tentu berhubungan dengan tugas mengurangi kasus penularan komunitas di dalam negeri, mampu turut menambah waktu persiapan untuk sistem medis kedokteran, termasuk masalah logistik dan juga kemampuan untuk mengantisipasi. Untuk itu, dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua kementerian yang ada, instansi swasta dan negeri, serta kedisiplinan dan partisipasi dari semua pihak, guna bersama-sama melindungi kesehatan masyarakat.
Dalam hantaman pandemi COVID-19 kali ini, Taiwan boleh dikatakan sukses dalam mengantisipasinya, yang mana banyak pahlawan yang berada di balik semua tugas pencegahan dan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang bertugas di kawasan perbatasan negara. Hal ini tentu berhubungan dengan banyaknya interaksi dengan banyak orang. Wakil Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral Chen Tsung-yan menggelar jumpa pers pada hari Jumat tanggal 5 Juni dan menyampaikan laporan terkait tugas pencegahan yang tengah dilaksanakan di Taiwan, khususnya tugas yang ada di kawasan perbatasan negara.
Chen Tsung-yen menjelaskan bahwa tugas pemeriksaan di kawasan perbatasan negara terbagi menjadi 3 tugas penting, misalnya bagaimana mencekal masuknya kasus terinfeksi yang berasal dari luar negeri, sehingga dapat menghindari terjadinya penyebaran pandemi di dalam negeri, sekaligus memperpanjang waktu dalam hal persiapan yang dilakukan oleh para petugas medis dan kesehatan, penyediaan logistik dan langkah antisipasi lainnya. Dalam menghadapi perkembangan pandemi di tahapan yang berbeda, maka tugas pengontrolan dan pemeriksaan di kawasan perbatasan negara, direvisi dan disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Untuk itu, dirinya juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada satuan mobil pencegahan pandemi, sanitasi lingkungan, petugas pemeriksa bidang medis dan kedokteran, sukarelawan, satuan pengamanan, polisi maskapai penerbangan, polisi bandara, polisi keimigrasian dan petugas pemeriksaan lainnya. Ini juga turut menunjukkan adanya gotong royong lintas instansi, bersama-sama menjalankan tugas pencegahan terhadap merebaknya pandemi COVID-19.
Merujuk pada data statistik yang ada, tugas pencekalan di kawasan perbatasan negara mencapai hasil yang memuaskan
Chen Tsung-yen mengatakan, “Hingga saat ini, untuk kawasan perbatasan negara, baik itu di bandara maupun pelabuhan, secara total kami telah mengeluarkan lebih dari 150 ribu lembar surat pemberitahuan pemeriksaan kesehatan, termasuk lebih dari 6 ribu pengambilan sampel. Dengan demikian jumlah persentase pencekalan pandemi di kawasan perbatasan negara capai 39%. Hingga saat ini tercatat ada sebanyak 352 kasus yang berasal dari luar negeri, dan ada 138 orang yang berhasil dicekal saat hendak masuk dan melalui kawasan perbatasan negara di bandara.”
Komandan CECC Chen Shih-chung menjelaskan bahwa tugas pencekalan di kawasan perbatasan negara bagaikan mencari jarum di tengah samudra, ada yang berhasil dicekal saat berada di bandara, ada yang baru berhasil diketahui terinfeksi saat berada dalam masa karantina mandiri di rumah. Untuk itu, kesuksesan ini juga berkat partisipasi dan kerjasama dari semua pihak.
Di waktu yang bersamaan, Chen Shih-chung juga menegaskan bahwa kondisi tugas pencegahan pandemi di Taiwan saat ini, adalah ketat di kawasan perbatasan negara dan pelonggaran untuk dalam negeri. Untuk kawasan perbatasan negara, yang akan mulai diperlonggar adalah bagi mereka yang bergerak di dalam bidang perdagangan, industri, medis kedokteran internasional dan juga tugas kemanusiaan terkait lainnya. Pelonggaran ini untuk sementara waktu masih tidak dipergunakan untuk status pelajar internasional. Diprediksi harus menunggu beberapa saat baik lagi ke depannya barulah akan mempertimbangkan pelonggaran penyaringan untuk mereka yang berasal dari luar negeri.