(Taiwan, ROC) – Media Jepang NHK pada hari Jumat tanggal 5 Juni merilis berita bahwa panitia penyelenggara Tokyo Summer Olympics memutuskan sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang kini merebak di dunia, maka pihaknya tidak akan menggelar kegiatan skala besar dalam rangka memasuki masa hitung mundur waktu penyelenggaraan, yang biasanya terhitung satu tahun sebelum waktu penyelenggaraan yang ditentukan.
Tokyo Summer Olympics yang awalnya akan digelar pada bulan Juli tahun ini, karena COVID-19, maka waktu penyelenggaraan diundur menjadi bulan Juli 2021, panitia juga tidak akan mencari dana bantuan terkait pengeluaran yang muncul akibat pengunduran waktu penyelenggaraan, selain itu juga turut mempertimbangkan bahaya yang disebabkan oleh pandemi kali ini.
Merujuk pada salah satu anggota dewan yang tidak ingin disebutkan namanya, menjelaskan bahwa panitia tidak dapat menggelar kegiatan yang membutuhkan energi besar seiring dengan bahaya yang dikarenakan oleh pandemi yang masih terus merebak di berbagai belahan dunia.
Namun perwakilan panitia penyelenggara tidak hendak memberikan tanggapan berkenaan dengan berita yang diluncurkan tersebut.
Meskipun Gubernur Tokyo, Yuriko Koike pada hari Kamis tanggal 4 Juni menyampaikan jika pihaknya belum mengambil keputusan apapun terkait kegiatan yang disebutkan, namun pihak panitia akan tetap mencari jalan simpel dan termudah dalam hal bentuk penyelenggaraan kegiatan kali ini.
Pada saat kegiatan upacara hitung mundur waktu penyelenggaraan di tahun 2019, panitia turut menunjukkan bentuk medali kepada publik dan menyerahkannya kepada Ketua IOC Thomas Bach, yang juga turut dihadiri oleh Perdana Menteri Shinjo Abe, sekaligus menempatkan sebuah jam besar di depan alun-alun stasiun kereta Tokyo yang bersistemkan hitung mundur waktu penyelenggaraan.
Thomas Bach menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melihat adanya negara penyelenggara yang menggelar upacara kegiatan hitung mundur waktu penyelenggaran yang terhitung mulai dari satu tahun sebelum kegiatan, dengan persiapan dan pelaksanaan yang sebegitu megahnya.
Dan kini, sistem perhitungan mundur waktu ditetapkan dengan menentukan waktu penyelenggaraan kegiatan olimpiade yang akan digelar pada tanggal 23 Juli 2021.
COVID-19 telah mengakibatkan lebih dari 6,5 juta orang di dunia yang positif terinfeksi virus, dan menyebabkan sebanyak 386 ribu orang yang meninggal. Sementara Jepang sendiri tercatat sebanyak 17 ribu orang yang positif terinfeksi dan 900 orang yang meninggal dunia.