History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Akibat Pandemi COVID-19, Jumlah Pasien Berobat Berkurang Drastis Pada Januari Hingga Maret 2020

  • 04 June, 2020
  • 鄭蕙玲
Akibat Pandemi COVID-19, Jumlah Pasien Berobat Berkurang Drastis Pada Januari Hingga Maret 2020
Wakil Direktur NHIA, Lee Chun-fu

(Taiwan, ROC) Direktorat Jenderal Asuransi Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan(NHIA, MOHW) melaporkan hasil pendataan sebagai berikut, warga yang berobat secara tahunan rata-rata 15 kali, namun tahun lalu ada 35.000 warga berobat dengan pemakaian askes mencapai lebih dari 90 kali, diantaranya 40% berobat ke dokter keluarga, dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis THT, jika dilihat dari kondisi bulan Januari hingga Maret tahun ini diakibatkan pandemi maka jumlah yang berobat berkurang sebanyak 5 juta orang per kali, maka NHIA menekankan akan terus memperhatikan kasus khusus dan menerapkan sistem pengingat dalam mengontrol pemakaian askes untuk mengurangi pengeluaran biaya pengobatan yang tidak diperlukan.  

Pendataan NHIA mengemukakan, rata-rata per orang berobat 15 kali per tahun, namun tahun lalu ada sekitar 35.000 orang dengan pemakaian askes mencapai 90 kali, pengeluaran pengobatan hampir mencapai 3,2 milyar NTD, akan tetapi akibat pandemi, Januari hingga Maret 2020 jumlah orang yang berobat menurun drastis, masyarakat luar beranggapan hal ini menunjukkan di masa lalu ada sebagian biaya dikeluarkan untuk pengobatan yang tidak diperlukan.

Wakil Direktur NHIA, Lee Chun-fu(李純馥) menyampaikan, jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama bulan Januari hingga Maret, pada tahun ini berkurang sebanyak lebih dari 5 juta orang per kali, ia beranggapan adanya keterkaitan antara jumlah hari membuka resep obat, kebiasaan masyarakat berobat dan konsep pencegahan epidemi Ia mengatakan, “Ada kemungkinan pada masa lalu jumlah resep obat yang diberikan lebih sedikit, untuk menghindari pasien ke rumah sakit maka dokter memperpanjang jumlah hari resep obat dan jumlah kunjungan medis berkurang, inilah faktor penyebabnya, sebagian lagi juga dikarenakan masyarakat rajin mencuci tangan, mengenakan masker mulut, secara keseluruhan maka kelainan pada saluran pernapasan menjadi berkurang, tentu saja masih ada faktor penyebab lainnya, di masa lalu ada sebagian warga yang sering ke klinik, kali ini dikarenakan pandemi maka tidak berani berkunjung ke klinik.”

Lee Chun-fu(李純馥) mengatakan, “ Untuk kasus pemakaian askes berlebihan ini adalah kelompok usia antara 30-40 tahun, ada kemungkinan beberapa orang ini memiliki kelainan yang berbeda, maka kondisi berobat ke dokter juga tidak sama, pihak kami akan memperhatikan kelompok orang ini, barang kali mereka tidak memahami arti penting pemakaian askes, sementara ini melalui komputasi awan yang terlihat, jika satu kartu askes dalam satu kuartal lebih dari 40 kali pemakaian, maka akan ada peringatan.”

Mengenai, kasus khusus dengan pemakaian askes berlebihan dianggap sebagai kondisi pemborosan biaya pengobatan. NHIA mengingatkan, dana pengobatan semestinya dipergunakan secara baik dan benar, mengenai penanganan sebagian kasus khusus yang dipergunakan secara tidak benar maka akan dibantu, saat bersamaan juga mengupayakan tugas perawatan preventif dan skrining dapat dilakukan dengan maksimal, agar dapat mengurangi pemakaian layanan medis di masa depan.

Komentar

Terbarumore