(Taiwan, ROC) -- Program “Overseas Study Dream Program of the New Southbound” dari Kementerian Pendidikan mengajak siswa sekolah vokasional untuk turut magang di negara-negara kebijakan baru ke arah selatan, dan pekan lalu mengumumkan periode pertama program tahun ini yang mana baik sekolah yang mengajukan, jumlah ajuan subsidi, pelajar yang mendaftarkan semuanya berkurang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kementerian Pendidikan menyampaikan, tidak dapat memastikan apakah ini ada hubungannya dengan pandemi COVID-19, jika karena pengaruh ini maka masih ada kesempatan untuk turut dalam program ini pada periode kedua yang hasilnya diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan Juli, diharapkan sekolah-sekolah yang ada memanfaatkan kesempatan ini.
Kementerian Pendidikan mengumumkan hasil “Overseas Study Dream Program of the New Southbound” periode pertama tahun ini, ada 361 kasus yang diajukan dari 91 sekolahan dan setelah diseleksi maka diputuskan akan memberikan subsidi bagi 321 kasus dari 88 sekolah yang nantinya akan mengirimkan 1.583 siswa untuk magang ke negara-negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan. Dibandingkan dengan tahun lalu terdapat 421 kasus dari 98 sekolahan, ditetapkan pemberian subsidi pada 1.808 siswa dari 366 kasus di 92 sekolah, dari jumlah terlihat ada penurunan yang mungkin dipengaruhi oleh pandemi.
Ketua Divisi Internasional dan Antar Selat, Tsen Su-cheng (曾素貞) menyampaikan yang diloloskan dalam program kali ini adalah guru dan pelajar untuk keberangkatan sebelum 31 Oktober 2021, Kementerian Pendidikan akan membuka program periode kedua pada paruh tahun ke bawah tahun ini.
Tsen Su-cheng (曾素貞) mengatakan, “Periode kedua program ini juga ada 2 pilihan yaitu “overseas study dreams” dan “New Southbound study dreams”, seharusnya akan diumumkan pada akhir bulan Juli, pihak sekolah harus melakukan penyeleksian sebelum 30 September, pihak sekolah akan mengajukan program mereka pada kami untuk mendapatkan subsidi.”
Tahun ini jurusan atau bidang dari sekolah vokasional yang mengajukan untuk program ke negara target kebijakan baru ke arah selatan kebanyakan dari bidang humoniora dan sosial, manajemen perhotelan dan restaurant, teknik, kedokteran dan lainnya. Guru dan siswa yang mendapat subsidi ini akan dikirim ke 13 negara seperti Vietnam, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Filipina, Myanmar, India, Brunei, Srilangka, Selandia Baru dan Australia untuk melakukan magang dengan memberikan pelayanan pendidkan pariwisata, medis dan kesehatan, logistic dan lainnya pada instansi internasional atau perusahaan Taiwan yang berada di negara yang dituju.
Kementerian Pendidikan mengajak siswa dari berbagai sekolah untuk lebih agresif mencari informasi layanan dan jurusan pelajaran dari sekolah internasional, lebih aktif untuk mengajukan program subsidi ini agar dapat meraih kesempatan belajar dan mendapat pengalaman ke luar negeri.