(Taiwan, ROC) -- Taiwan menjunjung pertimbangan dan cara kerja dari tiap-tiap negara, juga akan terus berdasarkan evaluasi dari Pusat Komando Epidemi Sentral untuk membicarakan kebijakan yang terbaik dengan negara-negara lain untuk melakukan penghapusan kuncitara.
Mengenai Jepang, Yunani dan negara-negara lain yang telah mencabut pengendalian perbatasan gelombang pertama di mana tidak ada nama Taiwan dalam daftar nama negara yang ada, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari Selasa (2/6) menyampaikan, tidak ada nama Taiwan dalam negara-negara yang mulai menghapus kuncitara, pemerintah Taiwan menghormati pertimbangan dan cara kerja mereka, dan cara kerja negara-negara ini tidak akan mempengaruhi penghapusan kuncitara
Joanne Ou mengatakan, "Karena kami percaya, negara-negara ini juga menghormati kita dalam pertimbangan dan cara kerja pencegahan pandemi dan penghapusan kuncitara.”
Terkait situasi penghapusan kuncitara Taiwan, Joanne Ou mengemukakan, pengendalian risiko menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan pencegahan pandemi pemerintah Taiwan, karena ini mempengaruhi keamanan kesehatan dan hak wisata internasional, selain itu juga mempertimbangkan berdasarkan situasi perkembangan epidemi dalam negeri serta hal-hal terkait lainnya dengan memastikan jaminan keluar masuknya warga Taiwan tidak mempengaruhi pandemi internasional.
Joanne Ou menyampaikan, CECC akan terus melakukan penilaian professional secara menyeluruh pandemi nasional dan internasional, Kementerian Luar Negeri juga akan terus membahas kebijakan yang terbaik dengan negara-negara bersangkutan untuk saling membuka kuncitara.
Joanne Ou menegaskan, keberhasilan pencegahan pandemi Taiwan mendapat penilaian tinggi dari masyarakat internasional, untuk itu pemerintah akan mengerahkan semua orang di Taiwan agar prestasi pencegahan pandemi Taiwan terus diakui secara internasional.