(Taiwan,ROC) – Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) hari Jumat (29/5) mengumumkan penambahan baru 1 kasus COVID-19 di Taiwan yang mana penambahan ini karena terinfeksi dari luar negeri yaitu seorang yang beberapa hari lalu pulang dari Rusia, dengan demikian jumlah kumulatif kasus di Taiwan mencapai 442 kasus yang terdiri dari 351 kasus yang terinfeksi dari luar, 55 kasus terinfeksi dari dalam negeri, dan 36 kasus dari armada misi persahabatan. Namun setelah dikurangi dengan 7 kasus meninggal, sudah ada 420 orang yang terbebaskan dari isolasi, sisanya 15 orang masih terus menjalani isolasi di rumah sakit.
Ketua CECC, Chen Shih-chung menyampaikan, penambahan kasus ke-442 ini adalah seorang pria yang berusia 20 tahunan yang pada Februari lalu melanjutkan pendidikannya ke Rusia, pada 15 Mei timbul gejala sakit tenggorokan, tanggal 16 timbul gejala kehilangan indera cium dan sekujur tubuh lemas, tanggal 26 Mei subuh bersama dengan 95 orang penumpang lainnya naik pesawat pulang ke Taiwan dengan transit di Jepang, pasien ini sendiri yang melaporkan riwayat kesehatannya sehingga langsung dilakukan pemeriksaan sementara seluruh penumpang satu pesawat dengannya juga menjalani isolasi setelah diperiksa. Sebenarnya hasil pemeriksaan kasus ke-442 ini adalah negatif, tetapi berhubung sang pasien mengalami masalah pada indera penciumannya sehingga meminta untuk melakukan pemeriksaan kedua pada tanggal 28 Mei, dan hasil yang dikeluarkan hari ini (29/5) dikonfirmasikan terinfeksi, saat ini tengah menjalani isolasi dan pengobatan.
Sementara hasil pemeriksaan dari mereka yang satu pesawat pulang ke Taiwan bersama dengan kasus ke-442 semuanya negative, tetapi mereka tetap harus menjalani karantina dan pemantauan kesehatan. Berdasarkan pelacakan awal CECC, ada 14 orang yang berinteraksi langsung dengan kasus ke-442, 3 diantaranya adalah teman sekolah yang pulang bersama kasus ke-442, 11 di antaranya adalah pramugari perusahaan penerbangan yang bersangkutan yang saat ini belum kembali masuk ke Taiwan, CECC sendiri telah memberitahu Jepang melalui IHR National Focal Point, dan nantinya akan lebih lanjut melakukan pemeriksaan dan pelacakan dengan orang-orang yang masuk dalam cakupan pelacakan pencegahan pandemi.