(Taiwan, ROC) – Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral atau CECC, Chen Shih-chung saat menerima wawancara dari radio menyampaikan bahwa tugas pencegahan pandemi yang dilakukan oleh Taiwan telah mampu memicu perhatian publik, menarik lebih banyak lagi suara dukungan internasional bagi Taiwan untuk dapat turut serta hadir dalam rapat sidang majelis WHA dan juga keanggotaan dalam WHO, yang mana banyak pihak yang ingin mempelajari “Cara Taiwan” dalam melakukan tugas pencegahan. Chen Shih-chung menjelaskan, sekalipun saat ini Taiwan masih tidak dapat ikut serta dalam keanggotaan WHO, namun telah memberikan bukti tidak semata Taiwan yang membutuhkan WHO, namun WHO juga membutuhkan Taiwan. Taiwan diyakini tidak perlu harus membungkuk menunduk, namun telah turut langsung memberikan kontribusi dalam hal tugas untuk dapat masuk dalam keanggotaan WHO.
Saat membahas masalah mengenai sikap Daratan Tiongkok yang menyudutkan Taiwan, Chen Shih-chung beranggapan meskipun kini Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Gebreyesus, berdiri bersama dengan pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping, namun keduanya telah memicu perhatian dunia internasional untuk dapat melakukan penyelidikan terkait pandemi. Namun Chen Shih-chung sendiri berpendapat jika pihak Daratan Tiongkok memang mungkin tidak mencoba untuk menutup-nutupi kondisi pandemi, karena Daratan Tiongkok memiliki kawasan yang memang sangat luas, ditambah lagi dengan sistem supremasi tingkat tinggi, maka suara dari bawah akan sangat sulit mencapai ke pihak atas, dan mengakibatkan banyaknya ketidak-sinkronan data informasi.
Pusat Komando Epidemi Sentral pada hari Selasa tanggal 26 Mei mengumumkan pelonggaran peraturan terkait pandemi skala besar per tanggal 7 Juni mendatang. Komandan CECC Chen Shih-chung menyampaikan jika setelah adanya pelonggaran peraturan, warga tetap diimbau untuk menjalani program pengontrolan dan perlindungan kesehatan mandiri. Chen Shih-chung menegaskan jika pengusungan program kehidupan antisipasi pandemi baru, yang merupakan sebuah langkah kebijakan terdepan, meminta masyarakat dapat mengimplementasikan langkah antisipasi tersebut sebagai salah satu bagian dari kehidupan sehari-harinya. Ke depannya, setelah berbagai peraturan dilonggarkan, meskipun berkemungkinan masih ada pelaporan kasus positif terinfeksi, namun diyakini Taiwan dapat tetap bertahan.
Per tanggal 7 Juni mendatang, jika mulai dari saat ini hingga 2 pekan ke depan, jika tidak ada laporan kasus atau tidak adanya penularan dalam kawasan, maka semua aktivitas kegiatan masyarakat akan kembali berjalan normal tanpa ada batasan jumlah keikutsertaan dalam kegiatan yang diselenggarakan.
Adapun kebijakan pelonggaran tersebut meliputi pelonggaran izin makan minum di dalam bioskop, menyaksikan pertandingan baseball. Namun untuk kawasan pasar malam, kawasan jajanan makanan di dalam pusat perbelanjaan, akan tetap memberlakukan pembatasan jarak sosial atau papan penghalang. Namun untuk kondisi apakah karcis berdiri di dalam kereta juga akan diperlonggar, Chen Shih-chung menjawab jika tidak ada program paduan terkait, maka tidak diperkenankan penjualan karcis berdiri di dalam kereta.