(Taiwan, ROC) -- Pandemi COVID-19 mulai mereda, banyak negara dan kota di dunia mengumumkan pencabutan lockdown kota atau negaranya. Jurusan Kesehatan Masyarakat, National Taiwan University (NTU) hari Selasa (26/5) mengemukakan, mereka menghitung indeks berdasarkan statistik jumlah kasus, kasus meninggal dan kasus kembali pulih, apabila lebih dari 1 maka tidak dapat mencabut lockdownnya, saat ini Brasil, Peru, Perancis, Rusia, India dan negara-negara lainnya yang telah mencabut penutupan kotanya memiliki indeks 1 lebih, untuk kota New York mencapai 5,12 sementara untuk Italia hanya 0,93, Australia 0,11, Korea Selatan 0,14 yang memperlihatkan kalau pandemi di tempat-tempat ini sudah terkendali sehingga sudah dapat mencabut penutupan kotanya.
Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat NTU, Chen Xiu-xi menyampaikan, terdapat 5.587.000 kasus di seluruh dunia yang mengakibatkan 347 ribu lebih orang meninggal, sedangkan 2.365.000 orang pulih kembali yang mana ini berarti indeks pencabutan penutupan sebesar 1,52.
Chen Xiu-xi mengatakan, “Berharap angka ini dapat diturunkan hingga di bawah angka 1, dikedepannya setelah 15 Juni, ini juga seperti yang kita perkirakan, kami rasa semua indeks ini seharusnya sudah turun hingga di bawah 1 pada akhir Juni nanti.”
Chen Xiu-xi mengungkapkan, setelah negara-negara di dunia mencabut penutupan, apabila kembali timbul epidemi kecil ini merupakan hal yang lumrah, setelah melewati suatu masa barulah pandemi dapat terkendali. Indeks penutupan negara dari Taiwan sendiri hanya 0,07, untuk itu Chen Xiu-xi menyarankan pemerintah untuk membuak larangan bagi negara-negara dengan indeks yang sudah mencapai pencabutan penutupan dengan penerapan kebijakan yang disesuaikan.
Jurusan Kesehatan Masyarakat NTU juga mengundang Bupati Lianjiang, Liu Tzeng-ying yang melalui telekonferensi berbagi pengalaman pelaksanaan pencegahan pandemi di Matsu. Liu Tzeng-ying menyampaikan, selama masa pandemi ini Kabupaten Lianjiang menghentikan sementara nelayan asal Daratan Tiongkok, setiap kapal harus sudah kembali merapat ke dermaga setiap hari sebelum pukul 8 malam, melarang kapal ikan untuk ke Daratan Tiongkok dan juga berinteraksi dengan kapal nelayan setempat, bagi yang melanggar harus menjalani isolasi, untuk itulah hingga saat ini tidak ada kasus COVID-19 di Matsu.