(Taiwan, ROC) – William Haseltine, pakar ahli dari Amerika, yang juga telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan penyakit kanker, AIDS dan penelitian dalam hal gen manusia, memberikan pendapat bahwa dalam menghadapi pandemi COVID-19, maka tidak dapat hanya mengharapan adanya penemuan vaksin, dan dianjurkan jika langkah yang terbaik adalah terus melakukan pelacakan asal muasal virus, melakukan jaga jarak sosial dan juga sering mencuci tangan.
Dalam media Inggris, The Guardian, melansir sebuah artikel yang menyebutkan bahwa seiring dengan jumlah penambahan kasus positif terinfeksi di kawasan Amerika Latin, maka jumlah total kasus positif terinfeksi di dunia telah menembus angka 5 juta orang, dengan mengambil contoh bahwa pada tanggal 20 Mei lalu, jumlah kasus positif terinfeksi di Brazil mencatat angka mendekati 20 ribu orang dalam sehari. William Haseltine di waktu yang sama juga menyampaikan bahwa seluruh pihak tidak boleh hanya menggantungkan harapan akan adanya penemuan vaksin terkait.
William Haseltine menjelaskan jika langkah pertama yang penting dan harus dilakukan adalah mencari tahu asal muasal virus terkait, melakukan pelacakan dan pemantauan berkelanjutan, serta melakukan program karantina di waktu pertama saat adanya laporan penemuan kasus terinfeksi, sehingga penyebaran virus dapat dikontrol lebih dini.
Selanjutnya ia menyampaikan jika riset penelitian vaksin tentu dapat dilakukan, namun janganlah hanya mengandalkan harapan pada vaksin semata, William mengimbau agar masyarakat umum juga dapat selalu mengenakan masker, mencuci tangan, melakukan sanitasi dan menjaga jarak sosial antar manusia.
William Haseltine mengatakan, “Jangan percaya dengan perkataan yang disampaikan oleh politikus tentang ‘Tunggu saya menjabat kembali maka kita akan memiliki vaksin’. Kita memang mungkin akan dapat memiliki vaksinnya, namun yang ingin saya sampaikan adalah, walau bagaimanapun semua ini bukanlah hal yang mudah, dan karena sebelumnya setiap saat ada orang yang berencana untuk melakukan riset akan vaksin, mulai dari jenis penyakit SARS dan MERS, sebenarnya semua itu tidak memiliki daya perlindungan.”
William Haseltine menjelaskan jika riset vaksin sebelumnya untuk jenis virus tersebut, tidak benar-benar dapat melindungi selaput hidung dan tenggorokan, yang mana jenis virus ini kerap menyerang tubuh manusia melalui tempat ini.
Ia kembali menyampaikan jika negara Amerika maupun negara-negara lainnya, sekalipun telah melakukan karantina saja, masih belum dapat mengatasi penyebaran virus, namun ia tetap menyatakan apresiasinya terhadap semangat dan kerja keras dalam tugas pencegahan pandemi yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, Korea dan Taiwan.
William Haseltine menyebutkan jika negara seperti Amerika, Rusia dan Brazil, adalah negara-negara yang memiliki daya imun terendah dibandingkan yang lainnya, dan ke tiga negara ini kini juga menjadi negara dengan jumlah kasus positif terinfeksi terbanyak di dunia.
Merujuk pada data statistik yang dilaporkan oleh Johns Hopkins University, hingga tanggal 22 Mei waktu Taiwan, jumlah kasus positif terinfeksi di Brazil mencatat angka 310.087 kasus, dengan kecepatan penambahan kasus yang tinggi, maka akan segera melampaui jumlah kasus di Rusia, yang kini mencatat angka 317.554 orang, sementara jumlah kasus positif terinfeksi di Amerika mencatat angka 1.577.287 orang.