(Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi (CECC) hari Jumat (21/5) mengumumkan penambahan baru 1 kasus COVID-19 di Taiwan yaitu seorang pria berusia 30 an tahun yang bekerja di Meksiko. CECC mengemukakan, meskipun wabah COVID-19 di Meksiko, Amerka Utara telah mereda tetapi Eropa Timur, Amerika Tengah dan Selatan masih terus meningkat, diperkirakan akan ada gelombang wabah virus corona yang harus diperhatikan di kawasan benua Amerika tengah dan selatan.
CECC tanggal 21 Mei mengumumkan 1 penambahan kasus COVID-19 yang terinfeksi dari luar, sehingga kumulatif kasus COVID-19 Taiwan ada 441 orang.
Ketua CECC yang sekaligus Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Chen Shih-chung menyampaikan, kasus terinfeksi di luar negeri ini adalah seorang pria berusia 30 an tahun yang ke Meksiko untuk bekerja pada akhir bulan Januari, orang ini sempat mengalami gejala demam, batuk, diare pada 30 April hingga pertengahan Mei, dan pada saat pulang ke Taiwan tanggal 20 Mei melaporkan sendiri riwayat kesehatannya, melalui pemeriksaan baru dipastikan terinfeksi COVID-19.
Juru bicara CECC, Zhuang Ren-yang mengemukakan, pasien ini pada awal Mei sempat mengikuti pemeriksaan kesehatan yang diatur oleh perusahaan, pada saat itu hasilnya negative, bahkan juga melakukan pemeriksaan asam nukleat pada tanggal 13 Mei, tetap8i setelah kembali ke Taiwan baru didapati hasilnya positif. Ketua tim pakar CECC, Chang Shang-chwen menjelaskan, berdasarkan masa inkubasi, sebenarnya ini sesuai dengan temuan klinis.
CECC membeberkan, pandemi di Eropa Barat, Amerika Utara sudah menurun, tetapi Eropa Timur, Amerika Tengah dan Selatan masih ada penambahan, diperkirakan masih akan ada gelombang wabah di kawasan ini.
CECC menyampaikan, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Taiwan saat ini ada 441 kasus yang terdiri dari 350 kasus terinfeksi dari luar, 55 kasus terinfeksi dari dalam negeri, 36 kasus berasal dari armada misi persahabatan, dari seluruh kasus ada 7 kasus meninggal, 407 orang yang sudah terbebas dari isolasi.