History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sidang Majelis Kesehatan Dunia WHA Secara Perdana Hadir dalam Bentuk Telekonferensi

  • 19 May, 2020
  • 尤繼富
Sidang Majelis Kesehatan Dunia WHA Secara Perdana Hadir dalam Bentuk Telekonferensi
Sidang Majelis Kesehatan Dunia WHA Secara Perdana Hadir dalam Bentuk Telekonferensi

(Taipei, ROC) --- Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) berlangsung pada tanggal 18 Mei 2020. Di tengah merebaknya pandemi COVID-19, Sidang WHA tahun ini berlangsung dengan menerapkan inovasi telekonferensi. Untuk keempat kalinya, Taiwan kembali tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti sidang akbar tersebut. 14 negara yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, telah mengirimkan surat proposal kepada Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagai bentuk dukungan atas Taiwan. Majelis WHA sepakat untuk membahas proposal tersebut dalam pertemuan berikutnya pada akhir tahun.

Sidang WHA ke 73 resmi berlangsung. Selain Amerika Serikat, Jepang juga diketahui menyuarakan dukungannya atas Taiwan, yang tahun ini kembali tidak memperoleh undangan. Di samping itu, 14 negara yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, juga menyerukan dukungannya agar Taiwan disertakan dalam rapat akbar tersebut. Namun dikarenakan jaringan internet yang tidak stabil, sehingga mengganggu beberapa pihak yang hendak menyampaikan pidato dukungannya dalam Sidang WHA.

Karena pandemi COVID-19 yang tengah berkecamuk, membuat pelaksanaan Sidang WHA digelar dalam bentuk konferensi video. Ini merupakan kali pertama, negara-negara anggota WHO berkumpul melalui jaringan internet. Meski tidak memperoleh surat undangan, tetapi suara dukungan terhadap Taiwan terdengar lantang di hari pertama pelaksanaan sidang tersebut. Salah satunya adalah Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar menyampaikan, peran Taiwan sebagai pengamat dalam Sidang WHA memiliki kunci krusial. Taiwan dinilai pantas untuk memperkenalkan metode pencegahan epidemi yang mumpuni, yang mana akan bermanfaat bagi mitra dunia. Alex Azar melanjutkan, semenjak Taiwan menggelar pemilu pada tahun 2016 silam, WHO kemudian mengesampingkan partisipasi Taiwan dalam setiap kegiatan mereka. WHO seharusnya tidak mengucilkan hak kesehatan dari 23 juta warga Taiwan. Di samping itu, Alex Azar menilai data yang disediakan oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak transparan, yang mana dapat berdampak negatif bagi kesehatan global.

Empat belas negara yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan juga telah memberikan dukungannya, meliputi Honduras, Haiti, Paraguay, Guatemala dan lain-lain. Namun karena jaringan internet yang tidak stabil, sehingga banyak negara tidak dapat sepenuhnya menyampaikan pidato mereka.

Ini adalah tahun pertama di mana Sidang WHA digelar dalam bentuk telekonferensi. Dikarenakan jaringan internet yang kurang stabil, membuat jalannya sidang agak sedikit terganggu, terutama untuk kawasan Amerika Selatan, Benua Afrika dan negara-negara Kepulauan Pasifik. Belize, Saint Lucia dan Jepang juga mengalami gangguan serupa. Kualitas internet dinilai buruk dan sangat mengganggu kelancaran dari beberapa pihak yang hendak menyampaikan pidatonya, terutama saat menyuarakan dukungan mereka atas Taiwan.

Komentar

Terbarumore