History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Kembali Tidak Diundang dalam Sidang WHA, Menlu AS Menghardik WHO

  • 19 May, 2020
  • 尤繼富
Taiwan Kembali Tidak Diundang dalam Sidang WHA, Menlu AS Menghardik WHO
Taiwan Kembali Tidak Diundang dalam Sidang WHA, Menlu AS Menghardik WHO 圖:CNA

(Taiwan, ROC) --- Taiwan kembali tidak diundang dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia WHA tahun ini. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo diberitakan telah menyampaikan kritikan kerasnya kepada pihak WHO. Ia menyampaikan, Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memiliki hak untuk mengundang Taiwan, tetapi ia tidak melakukannya karena mendapat tekanan dari pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sikap Sekjen WHO yang mengesampingkan kontribusi Taiwan, dinilai dapat menurunkan kredibilitas WHO.

Sidang WHA resmi berlangsung melalui telekonferensi pada tanggal 18 Mei 2020. Taiwan untuk kesekian kalinya kembali tidak diikutsertakan dalam rapat akbar tersebut. Menanggapi hal ini, Menlu AS, Mike Pompeo telah mengeluarkan kritikannya terhadap Sekjen WHO yang dinilai memiliki hak untuk mengirimkan undangan.

Mike Pompeo melanjutkan, sikap Sekjen WHO tersebut tentu akan merugikan banyak pihak, mengingat Taiwan memiliki kredibilitas tinggi dalam menerapkan prosedur penanggulangan epidemi. Prestasi tersebut dianggap sebagai pembelajaran yang sudah selayaknya diketahui oleh negara-negara lain. Mike Pompeo juga terang-terangan mengkritik pihak RRT yang dianggap telah melancarkan "niat jahat". Otoritas Beijing beberapa kali menyampaikan, jika pihaknya sangat menjunjung tinggi semangat kerja sama internasional dan prinsip transparansi dalam menanggulangi penyebaran virus korona.

Mike Pompeo menuturkan, Taiwan yang berada tidak jauh dari RRT, ternyata mampu mengendalikan wabah epidemi dengan sangat baik. Ia mengaku tidak heran dengan prestasi tersebut, karena Taiwan merupakan negara yang mengedepankan nilai demokrasi dan prinsip keterbukaan, sehingga membuat pemerintah dapat dengan cepat menanggulangi penyebaran epidemi. Nilai demokrasi yang dimiliki Taiwan, dinilai jauh lebih efektif daripada rezim otoriter. Mike Pompeo juga menyindir pihak WHO yang dinilai tidak pantas mencampuradukkan kepentingan politik dengan hak rakyat dunia untuk memperoleh jaminan perlindungan kesehatan, terutama di masa-masa genting seperti saat ini.

Di samping itu, anggota Senat dari Partai Republik, Tom Cotton, juga menyuitkan pendapatnya. Ia menilai Taiwan merupakan pihak yang paling berhasil dalam mengontrol penyebaran pandemi COVID-19 kali ini. Negara-negara di dunia sudah selayaknya memperoleh informasi tersebut langsung dari Taiwan.

Pada tanggal 18 Mei 2020, tulisan Tom Cotton juga dimuat dalam majalah Newsweek. Dalam tulisan tersebut, ia menyerukan agar Presiden Donald Trump untuk terus mendukung partisipasi Taiwan dalam WHO serta organisasi PBB lainnya. Ia juga mendorong agar penguasa Negeri Paman Sam tersebut memperkuat hubungan kerja sama antar Taiwan dengan Amerika Serikat, misal dengan mengundang Taiwan untuk ikut serta dalam Latihan Lingkar Militer Pasifik (RIMPAC) dan meningkatkan negosiasi perjanjian perdagangan bilateral dengan Taiwan.

Anggota Senator dari Partai Republik, Marco Rubio menyampaikan, dirinya sangat menyayangkan ketika mengetahui fakta bahwa Taiwan dikesampingkan oleh WHO, apalagi saat ini seluruh negara tengah berjuang melawan penyebaran wabah COVID-19. Pekan lalu, 204 anggota Dewan Perwakilan Amerika Serikat mengirimkan surat kepada Sekjen WHO, meminta agar WHA menyertakan Taiwan dalam Sidang Majelis Kesehatan tahun ini. Pada tanggal 18 Mei 2020, salah seorang pejabat AS, Ron Wright menyuitkan bahwa tindakan WHO sudah sangat keterlaluan. Ia juga menegaskan bahwa Taiwan sudah sepantasnya memperoleh kursi di WHA.

Komentar

Terbarumore