History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Daratan Tiongkok Menagih Amerika Untuk Segera Membayar Hutang WHO

  • 16 May, 2020
  • 譚雲福
Daratan Tiongkok Menagih Amerika Untuk Segera Membayar Hutang WHO
Daratan Tiongkok Menagih Amerika Untuk Segera Membayar Hutang WHO

        (Taiwan, ROC) – Pihak Daratan Tiongkok pada Jumat tanggal 15 Mei mengeluarkan sebuah pernyataan untuk publik, meminta semua negara anggota WHO untuk dapat lebih aktif menjalankan tugas dan kewajiban membayar iuran yang seharusnya diberikan kepada WHO, dan menegaskan bahwa pihak Amerika telah memiliki hutang terhadap WHO senilai lebih dari US$ 2 milyar.

        Adapun pernyataan untuk publik ini, ada satu berkas yang juga dikirimkan kepada kantor Sekretaris Jendral WHO, dan untuk bahan materi pertemuan yang digelar pada tanggal 14 Mei. Hingga tanggal 14 Mei, di dalam kondisi dana anggaran yang masih stabil di dalam tubuh organisasi WHO, maka untuk kebutuhan dana ke depannya sebesar US$ 1,63 milyar dan juga US$ 2,14 milyar, yang harus dipikul bersama oleh seluruh anggota WHO.

        Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan negara-negara yang memiliki hutang terhadap WHO dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, dan Amerika Serikat menjadi negara dengan penghutang terbesar, yakni sebesar US$ 1,165 milyar dan US$ 1,332 milyar.

        Amerika selaku negara pendukung dana terbesar bagi WHO, telah menempati sebesar 22% dari total dana yang dibutuhkan oleh WHO dalam pengoperasiannya setiap tahun. Selain itu dalam dana anggaran kebutuhan PBB lainnya, Amerika sendiri juga telah memberikan kontribusi sebesar 25%. Sementara untuk pihak Daratan Tiongkok yang memberikan sumbangan sebesar 12% untuk dana operasional PBB, juga termasuk 15% untuk dana pengelolaan kestabilan operasional tahunan.

        Untuk data yang lebih mendetail, Amerika sendiri seharusnya membayar total sebanyak 27,89% untuk dana kestabilan operasional, dan merujuk kepada salah satu dana anggaran pengeluaran Amerika yang diluncurkan, Presiden Trump sendiri pada tahun 2017 telah memutuskan untuk mengurangi kontribusi dana hingga mencapai hanya 25% saja.

Komentar

Terbarumore