(Taiwan, ROC) --- Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) akan berlangsung pada tanggal 18 Mei 2020 mendatang. Langkah pencegahan epidemi di Taiwan juga telah berjalan dengan baik. Meskipun dukungan dari dunia internasional terus berdatangan, Taiwan tetap tidak memperoleh undangan untuk menghadiri Sidang WHA. Asosiasi Urusan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Taiwan (TAIUNA) menggelar jumpa pers dengan mengundang anggota legislator, para pakar dan cendekiawan untuk mendukung Taiwan masuk menjadi anggota WHO. Dalam pertemuan pers tersebut, juga ditayangkan video dukungan dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang dan negara lainnya, yang mendukung Taiwan agar diterima dalam organisasi WHO.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Chen Shih-chung (陳時中) terlihat hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima surat undangan apa pun. Beliau menambahkan, Taiwan harus berupaya hingga detik terakhir. Hanya dengan kerja keras, nama Taiwan akan semakin bersinar di hadapan mata dunia.
Chen Shih-chung menyampaikan, banyak keributan di dunia yang terjadi karena bermula dari prinsip kekuasaan yang bersifat hegemoni. WHO sudah seharusnya menjaga dan menjamin kesetaraan hak dari setiap umat manusia untuk memperoleh perlindungan kesehatan.
Chen Shih-chung mengatakan, "Sebenarnya, banyak keributan yang terjadi bermula dari kekuasaan yang hegemoni. Masyarakat Taiwan akan aktif menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia dan mekanisme demokrasi kebebasan. Banyak organisasi dunia juga telah berdiri, guna memungkinkan seluruh umat manusia memperoleh jaminan perlindungan kesehatan."
Chen Shih-chung menambahkan, Kementerian Luar Negeri (MOFA) tengah mengatur pertemuan dengan negara-negara anggota yang rencananya akan digelar di luar lokasi perhelatan Sidang WHO. Namun demikian, Beliau tidak menyebutkan negara mana saja yang akan ikut serta dalam pertemuan tersebut. Menteri MOHW mengemukakan, pihaknya akan mengupayakan berbagai cara untuk terus mempromosikan prinsip demokrasi, kebebasan dan Hak Asasi Manusia. Chen Shih-chung menambahkan, pihaknya juga jelas menentang kekuasaan yang mengedepankan prinsip hegemoni.