History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Tidak Mengakui MOU WHO Daratan Tiongkok 2005

  • 13 May, 2020
  • 譚雲福
MOFA: Tidak Mengakui MOU WHO Daratan Tiongkok 2005
MOFA: Tidak Mengakui MOU WHO Daratan Tiongkok 2005

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan nota kesepahaman atau MOU rahasia antara Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) dengan pihak Daratan Tiongkok, juru bicara MOFA Joanne Ou pada hari Rabu tanggal 12 Mei menyampaikan bahwa isi dari nota kesepahaman tersebut tidak pernah diumumkan kepada khalayak umum, namun dari berbagai masukan informasi, diketahui adanya peraturan yang diberlakukan bagi para pakar ahli medis Taiwan, jika hendak mengikuti berbagai rapat pertemuan WHO, maka harus mengajukan permohonan keikutsertaan diri kepada pihak WHO, di 5 pekan sebelum kegiatan dilangsungkan, dan harus mendapat persetujuan dari pihak Instansi Kesehatan Daratan Tiongkok, dan diwajibkan jika keikutsertaan tersebut hanya bisa secara individual perorangan, posisi jabatan harus berada di bawah kepala bidang, serta menggunakan nama “Taiwan, China” dalam kolom daerah asal.

        Joanne Ou mengatakan, “Karena nota kesepahaman rahasia ini hanya antara pihak Daratan Tiongkok dengan Sekretaris Jendral WHO sendiri, tidak pernah mengikutsertakan pihak kita. Hal ini tentu telah merugikan kedaulatan, penghormatan, keuntungan yang teramat besar. Oleh sebab itu, di sini kami ingin menjelaskan bahwa kami tidak dapat diatur oleh nota kesepahaman tersebut. Kami telah berulang kali memberikan penjelasan kepada pihak publik, baik pemerintah saat ini atau sebelumnya atau yang lebih lama lagi, sejak tahun 2005 hingga sekarang, kita terus menyuarakan bahwa pihak Taiwan tidak mengakui, tidak menerima dan tidak menjalankan isi nota kesepahaman yang ditandatangani oleh pihak Daratan Tiongkok dengan WHO, ini adalah sebuah hal yang jelas dan tidak pernah akan berubah.”

        Joanne Ou juga mengimbau kepada Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, untuk dapat bersikap netral dan professional saat menjalankan tugas, menghadapi langsung permasalahan yang sebenarnya dalam hubungan antar selat, menunjukkan sikap bertanggung jawab yang memang harus dipikul olehnya, dan mengembalikan keikutsertaan Taiwan dalam WHA dengan status sebagai negara pengamat.

        Menteri Luar Negeri Joseph Wu saat diwawancarai oleh Radio Prancis pada tanggal 11 Mei lalu menyampaikan bahwa kini dukungan dari dunia internasional bagi Taiwan untuk bisa menghadiri WHA dengan status sebagai negara pengamat, mencapai yang tertinggi. Joseph Wu menjelaskan jika tentu ada satu negara yang menentang keikutsertaan Taiwan, namun karena yang memberikan dukungan lebih banyak, khususnya dari negara-negara yang memiliki perspektif yang searah, misalnya Amerika, Australia, Selandia Baru, Kanada dan Jepang, yang telah memberikan dukungan langsung bagi Taiwan. Joseph Wu menyebutkan jika pihaknya juga mendapatkan masukan dari instansi non pemerintah, bahwa negara-negara di kawasan Eropa juga akan memberikan dukungan bagi Taiwan untuk bisa hadir dalam WHA.

        Joseph Wu menegaskan bahwa seiring dengan meningkatnya suara dukungan kepada Taiwan, dan kini suara dukungan tersebut mencatat jumlah yang tertinggi dalam sejarahnya.

Komentar

Terbarumore