(Taiwan, ROC) --- Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) akan berlangsung sebentar lagi. Senat Amerika Serikat juga telah merilis rancangan undang-undang pada tanggal 11 Mei 2020, untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam Sidang WHA. RUU tersebut akan menginstruksikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk mencanangkan strategi, guna membantu Taiwan memperoleh kembali statusnya sebagai pengamat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jika Taiwan tetap tidak diundang, maka Menlu AS wajib menyerahkan laporannya.
Sidang Majelis Kesehatan Dunia akan berlangsung pada tanggal 18 Mei 2020 mendatang. Hingga hari ini, Taiwan belum memperoleh undangan apa pun. Pada tanggal 11 Mei 2020, anggota Senat Amerika Serikat setuju untuk merilis RUU S.249, yang mana memberikan instruksi kepada Menlu setempat untuk mencanangkan strategi, guna membantu Taiwan mendapatkan kembali statusnya sebagai pengamat WHO.
RUU ini pertama kali diperkenalkan oleh anggota Senat James Inhofe pada tanggal 29 Januari 2019 silam. RUU ini juga telah mendapatkan dukungan dari 21 senator lintas partai sebelumnya. Pada tanggal 3 Juni 2019, RUU ini juga disetujui oleh Komite Luar Negeri Senat AS.
Menurut RUU versi Senat AS, jika Taiwan tidak diundang untuk berpartisipasi sebagai pengamat dalam WHA kali ini, Menlu AS wajib menyertakan laporan kepada pihak Kongres untuk melakukan perubahan atau perbaikan agar Taiwan dapat disertakan dalam Sidang WHA. RUU tersebut memperlihatkan, Taiwan telah berpartisipasi dalam WHO semenjak tahun 2009, tetapi sayangnya ruang gerak internasional Taiwan harus mendapat tekanan dari RRT, terutama saat Presiden Tsai Ing-wen mulai menjabat pada tahun 2016. Surat undangan WHO yang diterima Taiwan pada tahun 2017 dan 2018 juga terlambat.