History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wawancara khusus Washington Post, Stanley Kao: Melihat Relung Baru Hubungan Taiwan-AS

  • 09 May, 2020
  • 譚雲福
Wawancara khusus Washington Post, Stanley Kao: Melihat Relung Baru Hubungan Taiwan-AS
Wawancara khusus Washington Post, Stanley Kao: Melihat Relung Baru Hubungan Taiwan-AS

(Taiwan, ROC) – Dalam wawancara khusus Kepala Representatif Republik Tiongkok di AS, Stanley Kao yang diterbitkan Washington Post, ia menyampaikan pandangan tentang hubungan Taiwan-AS ada relung baru, ada permulaan baru dan peluang untuk semakin mempererat hubungan Taiwan-AS; Presiden Tsai Ing-wen terpilih kembali dan menjadikan perjanjian kerjasama perdagangan bebas bilateral Taiwan-AS menjadi sasaran kebijakan pemerintah.

Laporan memberitakan, dari sudut pandang pemerintah AS, posisi Stanley Kao bukan duta besar namun adalah kepala kantor perwakilan budaya dan ekonomi Taipei di AS, intinya dia adalah seorang diplomat.

Walaupun kondisi dunia yang dilanda pandemi COVID-19 sangat parah, dalam wawancara khusus ini ia menyampaikan pandangan terhadap hubungan Taiwan-AS sangat optimis, saat ini berbeda dengan masa lalu, “Saya melihat ada relung baru, permulaan baru, jendela peluang baru yang semakin memperdalam hubungan kerjasama.”

Pandemi COVID-19 terus merebak hingga saat ini, jumlah kasus terinfeksi di Taiwan hingga 7 Mei (tercatat 440 kasus) tidak melebihi dari 450 kasus, hingga 7 Mei selama 25 hari berturut-turut tidak ada kasus terinfeksi lokal, jumlah pasien meninggal 6 kasus. Media melaporkan, jumlah penduduk di Washington, DC hanya 3% dari populasi Taiwan namun jumlah kasus yang meninggal telah melebihi dari 250 kasus. Penanganan pandemi COVID-19 Taiwan mendapat pengakuan dari dunia internasional, Stanley Kao juga merasa kehadirannya disambut hangat di Washington D.C melalui telekonferensi memberikan penjelasan mendetail tentang langkah-langkah pencegahan epidemi Taiwan kepada senator dan pejabat pemerintah AS.

Tidak hanya saran yang diberikan oleh Taiwan, Stanley Kao menyampaikan, di masa lalu dalam kurun waktu satu bulan, Taiwan memberikan sumbangan masker mulut lebih dari 30 juta lembar, termasuk 5 juta lembar masker mulut kepada AS. Saat bersamaan, Taiwan tidak dapat ikut bergabung dengan WHO, perdebatan sengit di kantor kesekretariatan WHO membuat dunia memperhatikan diplomasi Taiwan yang terpinggirkan.

Stanley Kao yang menjalani plomasi pemerintah selama lebih dari 40 tahun mengatakan, “Hidup tidak selalu adil, begitu pula politik internasional”, “Namun Taiwan memiliki keunggulan sendiri dan kami mengembangkan keunggulan kami sendiri”.

Media memberitakan, pandemi COVID-19 kali ini membuat Taiwan semakin kuat, kesuksesan Taiwan mendapat pujian dari Selandia Baru dan Vietnam. Taiwan menekankan “Metode Taiwan” yang berasal dari sistem asuransi kesehatan nasional Taiwan, kerjasama instansi pemerintah dan masyarakat menghimpun data dan intelijen buatan. Stanley Kao mengatakan, di Taiwan tidak menerapkan kuncitara, sekolah, toko dan restoran tetap beroperasi, masih dapat menyaksikan pertandingan bisbol di rumah.

Komentar

Terbarumore