(Taiwan, ROC) – Seiring dengan merebaknya COVID-19 di berbagai negara di dunia, maka angka kebutuhan akan mesin alat bantu pernafasan juga terus mengalami peningkatan. Sebelumnya Taiwan selalu mengandalkan mesin hasil impor dari negara lain. Institut Riset Teknologi dan Industri atau ITRI pada hari Jumat tanggal 8 Mei menggelar jumpa pers secara online, sekaligus menunjukkan mesin alat bantu pernafasan medis buatan Taiwan, dan diprediksi akan diproduksi massal pada Juni tahun depan, dengan cara memberikan bimbingan dan bantuan kepada pabrik manufaktur yang ada, sehingga mampu menciptakan sebanyak 100 an mesin, tidak perlu lagi mengandalkan mesin impor.
Merujuk kepada jumlah kebutuhan dunia internasional akan mesin alat bantu pernafasan, meningkat sebanyak 5 hingga 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya, akan tetapi selama ini, Taiwan hanya mengandalkan mesin impor. Pihak ITRI yang berada di bawah naungan Kementerian Perekonomian, mendukung proses riset dan siap bekerja sama dengan pihak manufaktur. Tidak sampai 17 hari, telah berhasil merangkai mesin alat bantu pernafasan, dan berhasil saat dioperasikan. Rakitan mesin ini juga ditunjukkan dalam jumpa pers tanggal 8 Mei.
Kepala Bidang Teknologi Kementerian Perekonomian Luo Da-shen menyampaikan bahwa sejak masa pandemi mulai merebak, pihak MOEA telah mempersiapkan 3 tahapan antisipasi, meliputi yang pertama adalah mempersiapkan APD, yang kedua adalah membangun tempat riset penelitian virus dan tahap ke tiga yang saat ini sedang dilakukan adalah memperkuat sistem perlindungan medis dan kedokteran.
Kepala Pusat Riset Alat Medis ITRI Lin Chii-wan menjelaskan bahwa merujuk kepada program yang ada, pada Juni tahun depan akan memproduksi 100 mesin alat bantu pernafasan.
Lin Chii-wan mengatakan, “Berkenaan dengan program ini, kami prediksi pada bulan Oktober mendatang akan diproduksi sebanyak 10 buah, kemudian usai melewati uji coba, akan dilanjutkan ke proses perbaikan. Dengan adanya landasan seperti demikian, maka sebelum Juni tahun depan, bisa memberikan bantuan kepada pabrik dalam negeri untuk bisa menghasilkan sebanyak 100 mesin.”
Kepala ITRI Liu Wen-hsiung menjelaskan bahwa hasil rakitan ini menunjukkan 4 hal yang berarti, meliputi pengadaan logistik kebutuhan pencegahan pandemi yang sangat jauh lebih awal, meningkatkan kemampuan alat medis, menciptakan alat bantu pernafasan sendiri dan menunjukkan semangat “Taiwan Helps”. Dirinya yakin hal ini kelak akan dapat masuk merabah ke pasar internasional.