(Taiwan, ROC) – Kementerian Keuangan Taiwan tanggal 8 Mei mengumumkan data statistik ekspor impor bea cukai terbaru. Dipengaruhi dengan pandemi COVID-19 ekspor bulan April Taiwan mengalami penurunan menjadi USD25,24 miliar merupakan angka terendah sejak Mei 2017 dengan mengabaikan bulan berlangsungnya tahun baru imlek, penurunan tahunan sebesar 1,3%. Berhubung banyak negara yang membuka lockdown nya, memulihkan perekonomian, tetapi berhubung standar angka dasar bulan Mei tidak lagi serendah tahun lalu, untuk itu Kementerian Keuangan memperkirakan fluktuasi turun berkisar -4% hingga -6%.
Sehubungan dengan pandemi COVID-19 merebak luas di kawasan Eropa dan Amerika, tiap-tiap negara menerapkan lockdown sehingga mempengaruhi kualitas kegiatan perekonomian, ditambah lagi dengan harga bahan bakar minyak menurun drastis sehingga penjualan ekspor produk Taiwan juga turut mengalami penyusutan. Total keseluruhan ekspor Taiwan untuk April merosot menjadi USD25,24 miliar, memperlihatkan angka terendah selama 3 tahun terakhir jika tidak melihat bulan saat berlangsungnya tahun baru Imlek. Namun jika dibandingkan dengan periode bulan yang sama tahun lalu, karena angka dasar cenderung rendah sehingga penurunan tahunan hanya 1,3% sedangkan untuk impor sebesar USD22,97 miliar memperlihatkan peningkatan tahunan sebesar 0,5%.
Jika dilihat berdasarkan negara tujuan ekspor, untuk kawasan yang mengalami pandemi parah seperti Amerika Serikat, pengaruh terhadap ekspor Taiwan sangat terlihat jelas, tingkat pertumbuhan hanya 1,5%. Benua Eropa yang juga berdampak cukup parah mengakibatkan penurunan 20% pada ekspor Taiwan pada bulan April, merupakan penurunan terbesar dalam kurun 5 tahun terakhir. Negara yang terkena pengaruh tidak terlalu parah seperti Daratan Tiongkok + Hongkong dan Jepang yang merupakan raja pengekspor komponen elektronik sehingga ekspor tahunan masing-masing sebesar 14% dan 17,5%.
Kepala Divisi Statistik, Kementerian Keuangan, Tsai Mei-na mengatakan, “Ekspor ke Amerika hanya meningkat 1,5% merupakan standar angka terendah kedua sejak Oktober 2017 jika tidak termasuk bulan di mana berlangsung tahun baru Imlek, angka ini berkurang 3,1% dibandingkan dengan bulan lalu, untuk itu peningkatan ekspor ke Amerika tengah mengalami penyusutan. Hantaman akibat pandemi COVID-19 telah memperlihatkan ekspor produk kita ke Amerika Serikat mengalami pertumbuhan minus, penurunan pada bulan April ini lebih besar dibandingkan bulan Maret.”
Perkiraan situasi untuk bulan Mei, Kementerian Keuangan membeberkan, meskipun tersiar kabar baik di mana pandemi COVID-19 di negara-negara internasional sedikit membaik, dan masing-masing negara juga telah melepaskan lockdown nya dengan harapan dapat menggerakkan kembali kegiatan ekonominya, tetapi sebelum ditemukannya vaksin, kemungkian perkembangan pandemi masih merupakan tanda tanya besar, diperkirakan konsumen dan investor internasional tidak mungkin dalam waktu cepat pulih. Namun berita positif terhentinya penurunan harga bahan bakar minyak memberikan bantuan bagi produk ekspor Taiwan. Di bawah pengaruh negatif dan juga positif ini ekspor Taiwan bulan ini masih harus menghadapi tantangan berat. Karena standar angka dasar bulan Mei tidak lagi serendah tahun lalu, sehingga fluktuasi pengurangan pertumbuhan ekspor tahunan berkisar -4% hingga -6%.