(Taiwan, ROC) – 10 hari lagi, rapat sidang majelis WHA akan segera digelar. Isu tentang kemungkinan Taiwan ikut serta atau tidak dalam WHA menjadi bahan perbincangan di kancah perpolitikan dunia. Amerika, Jepang dan negara-negara yang memiliki satu kesepahaman yang serupa, ditambah dengan negara-negara sahabat diplomatik, dengan menggunakan berbagai ragam cara telah menyampaikan suara dukungan mereka bagi Taiwan, bahkan juga termasuk menyurati dan mengajukan permintaan tersebut langsung kepada Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO. Adapun suara dukungan bagi Taiwan semakin lama semakin banyak, dan gerak-gerik Daratan Tiongkok juga semakin mendapat perhatian publik.
Rapat sidang majelis WHA ke 73, akan digelar pada tanggal 18 dan 19 Mei dengan menggunakan sistem video meeting. Isu Taiwan ikut hadir dalam rapat sidang atau tidak, telah menjadi bahan perbincangan politik. Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus terus menghindari pembahasan mengenai undangan bagi Taiwan, dan menyebutkan jika hal tersebut diputuskan oleh 194 negara anggota lainnya di WHO.
WHA yang akan digelar sepuluh hari lagi, dukungan internasional kepada Taiwan juga semakin banyak, sementara di sisi lainnya pihak Daratan Tiongkok terus memberikan tekanan politik guna menghalangi keikutsertaan Taiwan dalam rapat sidang majelis tersebut.
Amerika selaku negara pendukung utama, sejak awal bulan Mei telah menggelar serangkaian aksi, misalnya Bidang Urusan Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Amerika pada tanggal 1 Mei, telah mencuit dalam akun Twitternya, yang langsung menyatakan dukungan kepada Taiwan untuk bisa menghadiri WHA, selain itu juga membuat aksi kegiatan medsos dengan tagar berupa #TweetForTaiwan.
Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo pada tanggal 6 Mei secara terbuka mengimbau negara-negara di kawasan Eropa dan juga yang lainnya, agar dapat turut menyatakan dukungan kepada Taiwan, untuk bisa hadir dalam rapat sidang majelis WHA dengan status sebagai pengamat.
Selain itu, media Amerika Fox News memberitakan bahwa pemerintah Trump juga telah merancang program “Taiwan bergabung dalam WHO”, guna menekan pengaruh yang diberikan oleh pihak Daratan Tiongkok. Hal ini juga telah mendapat dukungan dari Australia, selain itu juga sekaligus meminta dukungan dari Jerman, Prancis dan Inggris.
Negara lain yang turut memberikan dukungan, yang mana memiliki kesepahaman yang sama dengan Taiwan, antara lain Jepang, Kanda, Selandia Baru dan Australia.
Sementara untuk negara-negara sahabat diplomatik yang turut menyuarakan dukungan bagi Taiwan, hingga tanggal 7 Mei ada Nikaragua, Palau, Swadini, Saint Lucia, Marshall, Belize, Haiti dan Saint Christopher and Nevis, total 8 negara yang langsung melayangkan surat kepada Sekretaris Jendral WHO Thedros Adhanom Ghebreyesus. Adapun program yang diusulkan adalah mengundang Taiwan agar dapat hadir dalam rapat sidang WHA dengan status sebagai pengamat, dan diprediksikan masih akan ada negara sahabat lainnya yang melakukan hal yang serupa.