(Taiwan, ROC) - Lima negara sekutu diplomatik Taiwan telah mengajukan proposal untuk masalah pengecualian Taiwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk dimasukkan dalam agenda diskusi oleh Asembli Kesehatan Dunia (WHA), yakni badan penetap kebijakan yang akan menggelar sidang tahunan pada akhir bulan ini.
Proposal diajukan dalam bentuk surat yang dikirim secara terpisah antara 21 April dan 5 Mei kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus oleh pemerintah Nikaragua, Palau, Eswatini, Saint Lucia dan Kepulauan Marshall.
Dalam surat-surat itu, kelima negara yang semuanya sekutu diplomatik Taiwan itu mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah menyoroti urgensi untuk tidak mengecualikan siapa pun dari jaringan kesehatan global, dan bahwa berlanjutnya pengucilan Taiwan dari WHO merusak kepentingan anggotanya dan membahayakan kesehatan global.
Mereka juga menunjukkan bahwa "respons luar biasa" Taiwan terhadap pandemi virus corona Covid-19 telah "dipuji oleh komunitas internasional" dan mengatakan bahwa pengalaman dan keahlian Taiwan sangat bernilai bagi banyak negara.
Kelima negara juga mendesak WHO untuk memberikan Taiwan akses penuh ke semua pertemuan, mekanisme dan kegiatannya, dan mengundang Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHA sebagai pengamat.
Menurut mereka, masalah status Taiwan dalam WHA harus dimasukkan dalam agenda untuk didiskusikan ketika badan tersebut bertemu akhir bulan ini.
Ini adalah imbauan terbaru bagi WHO untuk mengembalikan status Taiwan sebagai pengamat, yang terhenti sejak 2017.
Pada akhir April, sebuah majalah berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa AS dan Jepang sedang meminta Australia, Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara lain untuk sama-sama menandatangani surat meminta WHO mengembalikan status pengamat Taiwan.
Mengutip sumber-sumber diplomatik dan catatan dari pertemuan internal WHO, majalah Foreign Policy mengatakan ada "banyak dukungan di Washington dan negara-negara lain" bagi Taiwan untuk berpartisipasi dalam diskusi WHO.
Sekedar informasi, WHA dijadwalkan menggelar sidang tahunan ke-73 pada 18-19 Mei, tetapi sidang ini akan diadakan secara virtual disebabkan pembatasan perjalanan di tengah pandemi Covid-19.
Taiwan berpartisipasi dalam WHA sebagai pengamat dengan nama Chinese Taipei dari 2009 hingga 2016, pada saat Taiwan di bawah pemerintahan Partai Kuomintang menjalin hubungan lebih baik dengan Tiongkok. Tapi sejak 2017, satu tahun setelah Partai Progresif Demokratik terpilih sebagai partai berkuasa dengan kemenangan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), Tiongkok telah berhasil membujuk WHO untuk tidak mengundang Taiwan.