History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Media Filipina Tayangkan Film Dokumenter Pendek Perkenalkan Kemampuan Tugas Pencegahan COVID-19 Taiwan

  • 06 May, 2020
  • 譚雲福
Media Filipina Tayangkan Film Dokumenter Pendek Perkenalkan Kemampuan Tugas Pencegahan COVID-19 Taiwan
Media Filipina Tayangkan Film Dokumenter Pendek Perkenalkan Kemampuan Tugas Pencegahan COVID-19 Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Kemampuan Taiwan dalam tugas pencegahan COVID-19 mendapat perhatian media Filipina, dalam situs berita ABS-CBN secara khusus menayangkan sebuah film dokumenter pendek tentang Taiwan, dan hingga tanggal 5 Mei pukul 11 malam, telah mampu menyedot perhatian lebih dari 6,12 juta penonton dan mendapat lebih dari 100 ribuan jempol.

        Media berita Filipina ABS-CBN belum lama ini mengedit sebuah film dengan tajuk “Bagaimana cara Taiwan mengontrol penyebaran COVID-19”, dan kemudian ditayangkan di akun media sosial Facebook pada tanggal 2 Mei. Pada saat itu, yakni tanggal 1 Mei, jumlah kasus positif terinfeksi di Taiwan hanya mencatat sebanyak 429 orang, dan Taiwan sama sekali tidak melakukan isolasi kota atau lockdown, lantas bagaimana cara Taiwan dapat mencapai hasil tersebut? Hingga tanggal 5 Mei pukul 11 malam hari, jumlah penonton telah mencapai sebanyak 6,12 juta orang.

        Film dengan durasi selama 6 menit 35 detik, ada kata pengantar yang menyebutkan jika letak geografis Taiwan yang sangat dekat dengan Tiongkok, yang mana pada awalnya banyak pakar ahli yang berpendapat jika Taiwan akan menghadapi lonjakan tinggi penambahan kasus COVID-19, akan tetapi seiring dengan semakin merebaknya virus di berbagai negara di dunia, jumlah kasus positif terinfeksi di Taiwan justru terbilang sedikit.

        Dalam film juga terlihat ada potongan wawancara dengan wakil dosen Stanford University, Wang Chih-hung yang menjelaskan bahwa dirinya berpendapat jika Taiwan dapat mencapai hasil yang baik saat ini, dikarenakan Taiwan telah menyadari adanya ancaman virus sedari awal.

        Film dokumenter pendek tersebut juga turut mewawancarai salah satu ketua serikat buruh Filipina yang berada di Taiwan, Gilda Banugan, dengan melakukan studi banding langkah penanganan terhadap pandemi antara Taiwan dengan Filipina. Gilda Banugan menyebutkan jika Taiwan tidak memberlakukan isolasi kota atau lockdown, oleh sebab itu di Taiwan juga tidak terdapat pos pemeriksaan atau polisi yang melakukan penyidikan di jalan, bahkan tidak ada orang yang mengenakan APD di jalanan dan melakukan interogasi terhadap publik.

        Dalam film dokumenter tersebut disebutkan jika Taiwan memadukan sistem rantai elektronik dan pemantauan manual, memberlakukan larangan dan sanksi denda yang sangat besar bagi para pelanggar, misalnya denda senilai NT$ 1 juta atau setara dengan 1,6 juta peso.

Komentar

Terbarumore