(Taiwan, ROC) – Beberapa tahun terakhir ini Boba (buble tea) mendapat sambutan hangat masyarakat internasional, minuman yang mewakili minuman Taiwan ini hadir di atas meja perjamuan nasional selama 3 tahun berturut-turut membuat Pengusaha Amerika Serikat menetapkan tanggal 30 April sebagai “Hari Boba Nasional” yang mana topik hangat ini menarik situs berita online CNN Amerika Serikat untuk memperkenalkan sejarah minuman boba.
Dalam laporan CNN, hanya untuk satu tahun yaitu tahun 2018 saja jumlah penjualan boba di Asia Tenggara meningkat 30 kali lipat, sementara untuk kawasan di luar benua Asia, rumah makan cepat saji telah menghadirkan menu minuman boba seperti McDonald’s di Jerman yang sejak tahun 2012 memasukkan boba dalam daftar menunya.
Minuman teh susu dengan bola-bola tapioka yang lahir tahun 1980-an ini sekarang sudah berevolusi dari minuman masyarakat Taiwan menjadi minuman popular internasional, bahkan telah banyak inovasi dan kreasi seperti pizza boba atau kue keju boba dan lainnya.
Berdasarkan sebuah laporan survei terbaru, industri teh boba internasional diperkirakan masih akan terus berkembang hingga mencapai US$ 2 milyar, mencapai US$ 4,3 milyar (sekitar NT$ 129 milyar) sebelum tahun 2027.
Sejauh mana teh susu boba disenangi masyarakat? Dari berita belum lama ini di Singapura, berkaitan dengan pencegahan pandemi COVID-19, pemerintah Singapura mengeluarkan instruksi untuk menutup sementara toko-toko makanan tertentu salah satunya adalah toko minuman boba yang mana hal ini membuat masyarakat setempat berlomba untuk menikmati segelas boba sebelum larangan diberlakukan alhasil antrian panjang terlihat di tiap-tiap penjual boba.
Wakil Divisi Peneliti Sejarah, Akademia Sinica, Tseng Pin-tsang ketika diwawancarai mengemukakan, kecepatan pertumbuhan ekonomi Taiwan pada era tahun 1980 an berkaitan erat dengan perkembangan dari pertumbuhan minuman Taiwan di masa tersebut. Tseng membeberkan, semakin banyaknya industri pengemasan, berjamurnya toko-toko minuman teh termasuk kocok pada masa tersebut.
Tseng Pin-tsang mengemukakan, teh susu boba menjadi popular di Taiwan tidak saja karena rasa melainkan juga mencerminkan kembali popularnya bola tepung tapioka, minuman tradisional Taiwan dari era dulu berhasil memasuki era modern, perpaduan antara minuman teh dengan bola-bola tepung tapioka (boba) melahirkan jenis minuman baru sebagai bukti keberhasilan inovasi dan kreasi, bahkan ini juga menjadi citra dan rasa kepercayaan diri bagi Taiwan.
Nama teh boba yang bisa bergema di dunia internasional seperti sekarang ini karena kontribusi dari seorang pengusaha Inggris yang bernama Assad Khan, yang bekerja di sebuah bank setempat, pada saat ia pertama kali mencicipi teh boba di New York, Amerika Serikat tahun 2009, Assad Khan langsung “Jatuh cinta”, tidaklah aneh kalau sekarang ia menjadi bos “Bubbleology” yaitu sebuah merek toko berantai teh boba di Inggris.
Assad Khan yang menceritakan pengalaman pertamanya minum teh boba, “Segelas boba talas itu membuat ia merasakan sesuatu yang berbeda, ada teh juga ada boba, perubahan citra rasa seperti ini merupakan perpaduan minuman yang tiada duanya.”
Pada saat teh susu boba telah menjadi minuman popular di luar China Town, tetapi minuman sejenis ini malah belum terdengar di benua Asia. Melihat peluang bisnis ini Assad Khan segera meninggalkan pekerjaannya di bank dan langsung membuka gerai toko Bubbleology pertama di kawasan Soho, London, dengan dipadukan merek pelangi yang cerah membuat teh kocok berubah menjadi minuman trend di Inggris.
Assad Khan menyampaikan, “Yang paling hebat dari teh boba adalah segala sesuatunya dapat dibuat secara terpisah, setiap bagian dapat diracik sesuai selera tiap-tiap tempat, ini yang boleh dibilang tidak dimiliki oleh camilan lain.” Assad Khan menyebut teh boba sebagai Frappucino versi teh.