(Taiwan, ROC) – 30 warga Taiwan yang bermukim di India dan Maladewa, berhasil dipulangkan ke tanah air pada tanggal 29 April 2020. Setelah tiba di Taiwan, mereka pun dibawa ke pusat isolasi sentral yang terletak di Kota New Taipei, dengan menumpangi taksi. Sesudah mengikuti pembekalan prosedur karantina, mereka pun memasuki gedung pusat isolasi sentral untuk menjalankan proses karantina selama 14 hari ke depan.
Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) menyampaikan, 30 warga Taiwan yang berada di India dan Maladewa akan kembali ke tanah air dengan menumpangi pesawat khusus yang diterbangkan oleh maskapai penerbangan Korea Selatan. Mereka lepas landas dari India menuju ke Korea Selatan, kemudian menumpangi pesawat khusus berikutnya dan tiba di Taiwan pada tanggal 29 April 2020.
Pesawat yang memulangkan tiga puluh warga Taiwan tersebut mendarat di Bandara Internasional Taoyuan pada tanggal 29 April 2020 pukul 21:00. Setelah tiba, mereka pun diperiksa satu persatu, sebelum dikirim ke pusat isolasi sentral dengan menumpangi taksi. Sekitar pukul 22:10, satu persatu dari mereka meninggalkan Bandara Taoyuan, menuju ke pusat isolasi sentral yang terletak di area pegunungan Kota New Taipei.
Taksi pertama yang mengantarkan 30 penumpang tersebut tiba di pusat isolasi sentral pada pukul 22:40. Setelah itu, mobil-mobil yang ditumpangi oleh tim karantina pun tiba di lokasi setiap 2 hingga 3 menit sekali. 30 taksi yang mengantarkan para warga tersebut tiba di pusat isolasi sentral pada pukul 23:24.
Armada taksi yang mengangkut 30 warga tersebut berangkat dan tiba di lokasi dengan melewati jalur yang berbeda-beda. Langkah ini agak sedikit berbeda dengan proses pengantaran warga Taiwan yang diterbangkan dengan pesawat khusus sebelumnya.
Pada tanggal 27 April 2020 silam, CECC pernah menyampaikan, kemungkinan jumlah kasus positif COVID-19 yang sebenarnya terjadi di India, diperkirakan lebih tinggi dari angka yang dilaporkan kepada pihak WHO. Menilik dari pertimbangan tersebut, warga Taiwan tersebut akan segera dikirim ke pusat isolasi sentral untuk menjalani proses karantina, sesaat tiba di tanah air. Penerapan ini juga telah berdasar dengan ketentuan karantina dari maskapai penerbangan China Airlines.