History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CECC: Taiwan tidak perlu melaksanakan tes massal Covid-19 karena angka infeksi sangat rendah

  • 29 April, 2020
  • 陳志勇
CECC: Taiwan tidak perlu melaksanakan tes massal Covid-19 karena angka infeksi sangat rendah
CECC: Taiwan tidak perlu melaksanakan tes massal Covid-19 karena angka infeksi sangat rendah

(Taiwan, ROC) - Taiwan tidak perlu melaksanakan tes massal untuk virus corona tipe baru (Covid-19) karena angka infeksi hingga kini masih sangat rendah, demikian ditegaskan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC).

Dalam kurun waktu 100 hari silam, sekitar 4,8 juta warga mencari perawatan medis atau melaporkan pada lembaga kesehatan bahwa mereka memiliki gejala Covid-19, di antaranya 60.956 orang telah menjalani tes dan hanya 429 darinya dikonfirmasi terinfeksi Covid-19, tutur Menteri Kesehatan Chen Shih-chung (陳時中) yang merangkap sebagai Komandan CECC, dalam acara temu pers Selasa, 28 April, tepat hari ke 100 sejak CECC didirikan.

Dengan angka infeksi sekitar 0,7% dari yang menjalani tes dan 0,009% dari yang melaporkan gejala Covid-19, tidak ada perlunya bagi Taiwan untuk melaksanakan tes massal, sebagaimana diusulkan oleh sejumlah pakar kesehatan umum, jelas Chen.

Merespons saran bahwa tes diagnostik cepat dapat digunakan untuk menggantikan tes reaksi berantai pelimerase (PCR) untuk mengantisipasi penyebaran pandemi, Chen menerangkan, situasi di Taiwan berbeda dari negara-negara seperti Korea Selatan dan Italia yang mencatat kasus infeksi berjumlah besar sehingga lockdown serta tes massal dibutuhkan.

Lagipula, lanjut Chen, meskipun membutuhkan waktu antara dua hingga empat jam untuk membuahkan hasil, tes PCR lebih akurat dibandingkan tes cepat yang hanya membutuhkan 15 menit.

Faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan tes massal adalah biayanya. Menurut Chen, biaya yang telah digunakan untuk melaksanakan 60.956 tes PCR adalah NT$183 juta, dan jumlah ini akan menggelembung menjadi NT$54 miliar kalau hendak dilaksanakan bagi 18 juta orang untuk mengidentifikasi kemungkinan 32.577 pembawa virus yang asimtomatik.

Komentar

Terbarumore