(Taiwan, ROC) -- Biro Pelestarian Lingkungan mencanangkan pengurangan perlengkapan makan yang bersifat sekali pakai pada tahun lalu, tetapi sebagian dari industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman kembali menggunakan perlengkapan makan sekali pakai sebagai antisipasi penyebaran COVID-19. Meskipun hal ini dilakukan untuk jangka pendek, tetapi mendatangkan tekanan bagi lingkungan laut, kondisi demikian akan menimbulkan limbah laut, dan apabila sampah-sampah ini hancur kemdian tertiup angin dan terhempas ke laut menjadi partikel-partikel plastik kecil yang berukuran di bawah 5mm sehingga mudah tertelan oleh binatang laut lalu kemudian dimakan manusia.
Organisasi Taiwan Green Peace, hari Senin (27/4) mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan makan sendiri dalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus dapat melakukan pencegahan pandemi.
Kepala Taiwan Green Peace, Lee Fang-yi mengatakan,“Jika tidak ingin menggunakan perlengkapan makan dipegang banyak orang, agar masyarakat juga dapat merasa aman saat menggunakannya maka, seharusnya masyarakat menggunakan perlengkapan makan yang ramah lingkungan, karena dibawa oleh masing-masing tentu adalah yang paling aman.”
Lee Fang-yi juga mengungkapkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada garis pesisr pantai Taiwan sejak Juli 2018, setiap 10 km pasti terdapat limbah produk berbahan dari plastik, dalam proses pengamatannya juga mendapati serpihan limbah plastik yang hancur di pasir pesisir pantai.
Lee Fang-yi mengatakan, “Juga dapat ditemukan pada pantai yang bersih, terutama pantai berpasir, Anda melihatnya pasir halus yang sangat indah, sebenarnya pada pasir tersebut sudah bercampur dengan serpihan plastik-plastik kecil.”
Organisasi-organisasi pelestarian lingkungan selain mengimbau para konsumen untuk mengurangi penggunaan kemasan luar produk dari plastik, juga mengingatkan para penjual seharusnya terus menghitung jumlah plastik yang digunakan, dengan upaya pengurangan plastik demikian baru dapat berjalan lebih baik.