History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Riset Studi Amerika Menemukan Sinar Matahari, Suhu Panas dan Kelembaban Berfungsi Menghancurkan COVID-19

  • 25 April, 2020
  • 鄭蕙玲
Riset Studi Amerika Menemukan Sinar Matahari, Suhu Panas dan Kelembaban Berfungsi Menghancurkan COVID-19
Virus COVID-19 (sumber foto: pixabay)

 (Taiwan, ROC) – Merujuk kepada hasil terbaru riset penelitian yang dilakukan oleh pakar senior Amerika, yang diumumkan pada hari Kamis tanggal 23 April waktu setempat, menemukan jika sinar matahari dapat segera membunuh virus korona. Hasil penemuan ini tentu telah memberikan secercah harapan baru terhadap penanganan COVID-19, yang diharapkan pandemi dapat segera berhenti pada masa musim panas tiba.

 Penasehat Kementerian Teknologi Amerika, William Bryan dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Putih Amerika menyampaikan bahwa tim riset peneliti pemerintah telah berhasil menemukan bahwa sinar ultraviolet memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap virus.

 William Bryan menjelaskan bahwa hingga saat ini yang mencengangkan publik adalah ternyata sinar matahari memiliki kemampuan membunuh virus secara cepat, baik virus yang berada dalam permukaan lantai ataupun yang terkandung di dalam udara.

 Selain itu, William Bryan menyebutkan jika suhu udara maupun kelembaban tertentu juga memberikan reaksi yang serupa, yang artinya adalah jika suhu udara cukup panas dan juga memiliki tingkat kelembaban yang tingi, maka virus tidak akan mudah bertahan hidup.

 William Bryan melanjutkan laporannya yang menjelaskan bahwa pihak riset peneliti Amerika telah memastikan jika virus yang berada dalam ruangan tertutup dan kering, akan dapat bertahan hidup lebih lama. Jika suhu udara tinggi dan tingkat kelembaban juga mencapai kategori tinggi, di bawah terpaan cahaya matahari, maka virus akan kehilangan fungsi penyerangannya. Ia menegaskan bahwa di bawah terik sinar matahari, maka virus akan mati dengan cepat.

 Dari hasil riset menunjukkan bahwa virus yang berada di permukaan lantai, dengan suhu sekitar 21-24°C, tinggat kelembaban mencapai 20%, masa paruh hidup virus hanya mencapai 18 jam saja, dan yang dimaksud dengan permukaan lantai antara lain meliputi gagang pintu, permukaan besi baja dan sejenisnya.

 Akan tetapi saat kelembaban udara mencatat angka di atas 80%, maka masa paruh hidup virus hanya tinggal 6 jam saja, dan di bawah terpaan sinar matahari langsung, sisa masa paruh hidup sang virus hanya tercatat selama 2 menit.

 William Bryan mengemukakan bahwa pihak periset menggunakan penelitian berdasarkan dari jalur penyebaran melalui cairan air ludah, dan ditemukan jika dalam kondisi ruangan gelap, maka virus dapat bertahan hidup selama 1 jam, dan di bawah terpaan cahaya matahari hanya bisa bertahan hidup selama 90 detik.

Komentar

Terbarumore