(Taiwan, ROC) -- Dalam upaya pencegahan kejahatan informasi palsu, komputer dan internet, Biro Investigasi, Kementerian Hukum membentu Stasiun Kerja Keamanan Informasi yang upacara peresmiannya berlangsung hari Jumat (24/4), Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, keamanan informasi merupakan keamanan negara, melawan informasi palsu yang bertujuan menyerang lawan bukanlah perang biasa, mungkin dapat mengancam kestabilan struktur demokrasi, pemerintah akan dengan sekuat tenaga dan ketat dalam menghadapinya.
Presiden Tsai menyampaikan, belakangan ini dalam menghadapi tantangan pandemi, Taiwan telah memberitahukan dunia bahwa demokrasi merupakan sistem yang terbaik, tetapi beberapa infromasi palsu beberapa tahun ini juga mengoyahkan negara demokrasi di dunia, hal ini terasakan oleh masyarakat Taiwan, pada masa pandemi seperti sekarang ini masih saja ada orang yang sengaja mengeluarkan dan menyebarluaskan informasi palsu.
Presiden Tsai Ing-wen menegaskan keamanan informasi merupakan keamanan negara, sejak 2 tahun lalu Dewan Keamanan Nasional dan Yuan Eksekutif, Pusat Komunikasi Nasional dan Keamanan Jaringan Internet telah menjalin segitiga pengamanan informasi, melakukan berbagai persiapan sistem pencegahan keamanan informasi secara bertahap. Dewan Keamanan Nasional mendirikan Pusat Pencegahan Informasi Palsu pada tahun lalu, selama beberapa waktu ini juga telah setahap demi setahap membongkar sumber informasi palsu, seiring dengan perkembangan maka Pusat Pencegahan Informasi Palsu ditingkatkan menjadi Stasiun Kerja Keamanan Informasi memperkuat langkah pemerintah dalam menangkal berbagai kejahatan jaringan internet.
Stasiun Kerja Keamanan Informasi yang terdiri dari 30 personil, sekarang ini ada 21 pejabat investigasi, Presiden Tsai berharap semua anggota terkait dapat sekuat tenaga dalam melacak kejahatan internet, bersamaan dengan itu juga terus meningkatkan keprofesionalan, mengikuti perkembangan teknologi. Kepala negera dengan wajah serius menegaskan, instansi keamanan nasional dan pejabat pemerintah yang terjun dalam tugas keamanan informasi ini harus dengan prinsip tegas pemerintah seharusnya sudah sejak dini waspada terhadap masalah keamanan informasi, melakukan penyesuaian dengang, membangun mekanisme pertahanan bagi demokrasi nasional, melindungi kebebasan demokrasi nasional Taiwan.
Kepala Biro Investigasi, Lu Wen-zhong mengungkapkan, untuk tahap pertama tugas utama dari Stasiun Kerja Keamanan Informasi adalah melacak informasi palsu, saat ini telah berhasil mengumpulkan 1500 lebih informasi palsu yang nantinya selain akan melacak sumber, memberitahukan pada masyarakat Taiwan bahwa informasi-informasi tersebut adalah palsu, juga akan membentuk platform komunitas dan pengelolaan terkait.