(Taiwan, ROC) --- Suara yang mendengungkan agar Taiwan turut dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHA) kian terdengar keras. Saat menghadiri rapat interpelasi di Yuan Legislatif, Menteri Luar Negeri Taiwan (MOFA), Wu Jau-shieh (吳釗燮) menyampaikan, negara-negara sehaluan telah mengirimkan suratnya dan meminta kepada WHO untuk menyertakan Taiwan dalam organisasi mereka. Negara-negara sahabat satu persatu mulai menyampaikan dukungan mereka kepada Taiwan. Namun demikian, Wu Jau-shieh menjawab kesulitan Taiwan untuk bergabung dalam WHA masih terbilang tinggi.
Pada tanggal 23 April 2020, Menteri Luar Negeri, Wu Jau-shieh hadir dalam sidang interpelasi di Yuan Legislatif, memberikan laporan tentang sumbangan donasi pencegahan epidemi ke negara terdampak parah. Dalam laporan tersebut, Beliau menyampaikan bahwa konsep bantuan kemanusiaan yang dipromosikan Taiwan telah mendapatkan pengakuan dari komunitas global. Dunia internasional menilai Taiwan memiliki nilai kontribusi, profesionalitas dan pragmatis yang tinggi. MOFA bersama dengan MOHW (Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan) akan memanfaatkan momen berharga ini untuk mengupayakan agar Taiwan dapat berpartisipasi dalam rapat tahunan WHA, atau setidaknya bergabung dalam kegiatan organisasi dunia tersebut.
Wu Jau-shieh menyampaikan, kemungkinan Taiwan untuk hadir dalam rapat akbar WHA tahun ini masih terbilang kecil. Meski demikian, suara dukungan dari negara sahabat dan sehaluan kian terdengar kencang.
Wu Jau-shieh mengatakan, “Negosiasi dengan negara-negara sahabat, kini tengah direncanakan dan akan segera dilaksanakan. Surat-surat dukungan dari negara sehaluan pun sedang diproses. Selain itu, rapat konsultasi dengan mereka pun telah direncanakan dan akan segera dirilis. Gelombang dukungan yang diberikan dunia kepada Taiwan saat ini, perlahan-lahan mulai memperlihatkan dirinya.”
Perihal tindak lanjut dari kerjasama antar Taiwan dengan Amerika Serikat untuk mencegah penyebaran epidemi serta memperluas peluang partisipasi internasional Taiwan, Wu Jau-shieh menyampaikan, bahwa pihaknya tengah mencanangkan konferensi online dengan tajuk “COVID-19 dan Berita Palsu Epidemi”. Kerjasama pergelaran konferensi ini akan mengikuti konsep dari GCTF (Global Cooperation and Training Framework), yang akan disponsori oleh langsung oleh Taiwan, Amerika Serikat dan Jepang.
Di samping itu, anggota legislator Partai Kuomintang (KMT), Wu Sz-huai (吳斯懷) menyampaikan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah menyumbangkan 40.000 kilogram bahan anti-epidemi ke Paraguay. Duta Besar Taiwan untuk Paraguay dikabarkan telah dipanggil pulang, yang dikhawatirkan akan merenggangkan hubungan kedua negara. Wu Jau-shieh menyampaikan, pembelian bahan baku oleh pihak Paraguay adalah murni tindakan komersial dan bukan disumbangkan secara cuma-cuma oleh RRT. Ia pun kembali menekankan, bahwa hubungan antar Taiwan dengan Paraguay terjalin stabil dan tidak ada gangguan yang berarti.