(Taiwan, ROC) --- Wabah pandemi COVID-19 diyakini telah menjadi salah satu peristiwa besar di abad ini yang telah berdampak besar bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali dengan sektor perekonomian dunia. Di tengah lesunya ekonomi saat ini, para pengusaha Taiwan yang bermukim di Jakarta berinisiatif untuk memberikan sumbangan peralatan kesehatan kepada tim medis yang berada di garda terdepan. Mereka juga akan kembali merencanakan program bantuan lainnya di masa mendatang, yang akan menyasar golongan masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Asosiasi Bisnis Taiwan di Jakarta (Jakarta Taiwan Enterpreneur Association) baru-baru ini menggelar aksi sosial dengan menyumbangkan alat kesehatan kepada tim medis garda terdepan yang bertugas memerangi penyebaran epidemi virus Corona. Pada tanggal 22 April 2020, Ketua Asosiasi tersebut, Tseng Yu-hua (曾裕華) menyampaikan, kecamuk COVID-19 saat ini telah berdampak buruk bagi aktivitas ekonomi dunia. Banyak pabrik yang menghentikan kegiatan produksinya dan beberapa karyawan pun bahkan harus di PHK.
“Meskipun sulit, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat para warga untuk memberikan donasinya”
Pada tanggal 22 April 2020, Tseng Yu-hua bersama anggota asoiasi lainnya menyerahkan sumbangan peralatan kesehatan kepada tim medis, meliputi 3.000 pakaian pelindung P3, 1.800 kacamata pelindung (goggles), 5.000 masker N95, 30.000 masker medis dan 10.000 masker kain.
Tseng Yu-hua melanjutkan, produk yang dibeli dan dikumpulkan oleh tim asosiasi, tentunya memiliki kualitas yang prima. Ada sebagian produk sengaja diimpor langsung dari Taiwan dan sebagian lainnya disediakan oleh para pengusaha Taiwan yang saat ini bermukim di Indonesia. Barang-barang tersebut tentunya telah memenuhi standar perlindungan dan perawatan medis. Hingga saat ini telah menghubungi 10 unit kesehatan setempat, dan setelahnya akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Pada tanggal 22 April 2020, Asosiasi Pengusaha Taiwan mulai mendistribusikan bantuan mereka ke beberapa titik, yang pertama adalah Rumah Sakit Siloam yang berlokasi di Tangerang. Sumbangan ini diserahkan oleh Koordinatorn Asosiasi Pengusaha Taiwan di Tangerang, yakni Tsai Zhen-hsiong (蔡鎮雄).
Di tengah kecamuk COVID-19, banyak pusat bisnis di Ibukota Jakarta terpaksa harus menghentikan kegiatan operasionalnya. Menurut data statistik, telah ada 2,8 juta orang yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Di samping itu, masih ada warga yang biasanya harus bergantung dengan “upah harian”, kini kian tidak menemukan kejelasan. Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah memperkirakan, situasi terburuk akibat virus Corona akan meningkatkan angka pengangguran sebanyak 5,52 juta orang dan 3,78 orang akan jatuh di bawah ambang garis kemiskinan.
Indonesia memiliki populasi sekitar 267 orang. Otoritas Indonesia mencatat, jumlah pengangguran di seluruh penjuru negeri para tahun lalu melampaui angka 7,05 juta dan ada sekitar 24,79 juta warga masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Tseng Yu-hua menyampaikan, Asosiasi Pengusaha Taiwan di Indonesia kini tengah mempersiapkan bantuan untuk menolong kaum miskin. Pengusaha Taiwan telah melakukan yang terbaik untuk membantu Indonesia melalui kegiatan amal. Tseng Yu-hua menambahkan, “Semoga bantuan yang diberikan oleh Taiwan kepada Indonesia, dapat terlihat oleh semua orang.”
Tseng Yu-hua melanjutkan, sumbangan yang diberikan kali ini adalah menyasar institusi rumah sakit yang memiliki peralatan medis memadai. Ia juga mengharapkan, pihak rumah sakit dapat menjalin kerjasama dengan pengusaha Taiwan di masa mendatang.
Selain itu, media Indonesia Republica sebelumnya mewartakan tentang bantuan yang diberikan oleh Asosiasi Pengusaha Taiwan di Jawa Tengah kepada pemerintah setempat pada tanggal 20 April 2020 silam. Bantuan tersebut diberikan sebagai salah satu ungkapan terima kasih kepada pemerintah Jawa Tengah yang selama ini telah mendukung para pengusaha Taiwan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengucapkan terima kasih kepada pengusaha Taiwan yang menghindari langkah PHK dan memilih menerapkan metode lain, seperti mengurangi jam kerja atau menghitungualng gaji para karyawan.