(Taiwan, ROC) -- Merebaknya COVID-19 pada Armada Misi Persahabatan, Menteri Pertahanan Taiwan, Yen Te-fah mendadak mengelar pers konferensi pada tanggal 21 April Malam, mengumumkan daftar nama hukuman gelombang pertama dan mengemukakan telah meminta Presiden Tsai Ing-wen sendiri yang memberikan hukuman. Presiden Tsai Ing-wen, hari ini (22/4) pagi dalam sebuah rapat terbuka terkait masalah armada misi persahabatan mengemukakan, selaku panglima tertinggi tiga angkatan (Angkatan Darat, Laut dan Udara) menyampaikan permohonan maaf pada seluruh rakyat Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Saya selaku panglima tertinggi dari ketiga angkatan, masalah militer adalah masalah saya, yang berarti tanggung jawab saya, kemiliteran nasional yang biasanya sepenuh hati mempertahankan keamanan negara, juga telah berbuat banyak hal dalam tugas pencegahan wabah, tetapi Angkatan Laut berbuat pelanggaran besar dalam pencegahan pandemi membuat masyarakat harus menanggung resiko pandemi, untuk itu saya menyampaikan permintaan maaf.”
Presiden Tsai mengungkapkan, situasi pandemi domestik dan internasional sangat mendesak, timbul kebocoran pencegahan pandemi pada angkatan laut, ia juga telah meminta Kementerian Pertahanan untuk dalam waktu singkat mengklarifikasi fakta dan memperbaiki kesalahan, juga secepatkan menambal celah kebocoran pencegahan pandemi dengan “jujur” sebagai prinsip tertinggi yang dipegang. Kepala negara menyampaikan, Kementerian Pertahanan telah mengungkapkan 4 kecerobohan besar sebagai hasil pemeriksaan awal, dan akan terus memeriksa dengan jelas, setelah memperjelas tanggung jawab baru akan memasukki tahap hukuman.
Pemimpin negara mengemukakan, melakukan pencegahan pandemi dengan baik merupakah tanggung jawabnya, agar pandemi dapat terselesaikan, agar rakyat bisa aman dan tenteram, pelaksanaan pencegahan tidak boleh ada setitikpun kebetulan, juga tidak boleh ada sedikitpun kecerobohan. Selain itu menstabilkan perasaan hati kemiliteran, mempertahankan kekuatan tempur agar kemiliteran nasional dapat melaksanakan tugas menjamin keamanan rakyat dengan baik, ini semua merupakan tanggung jawabnya, terlebih Daratan Tiongkok yang juga melakukan aksi militer selama masa pandemi, untuk itu ia meminta tentara nasional dan seluruh rakyat tidak boleh kendur, tetap terus melakukan pelatihan yang diperlukan sebagai persiapan. Presiden Tsai juga berharap agar seluruh rakyat memberikan dukungan dan semangat bagi militer nasional dan memberikan waktu pada Kementerian Pertahanan melakukan peninjauan.
Presiden Tsai saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan menyampaikan, Kementerian Pertahanan sempat memberikan perencanaan kerja yang didalamnya termasuk misi persahabatan ini, presiden seharusnya menghormati dengan apa yang telah diputuskan. Mengenai apakah ada keterkaitan dengan “tugas rahasia” dalam kasus terinfeksinya armada misi persahabatan ini seperti yang dipertanyakan legislator? Presiden Tsai menyampaikan, untuk tugas kali imi memang merupakan tugas yang lebih khusus, tetapi tidak ke tempat lain selain Republik Palau.