(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 21 April 2020 malam, Menteri Pertahanan Nasional (MND), Yen Teh-fa (嚴德發) menggelar konferensi singkat dan mengumumkan daftar nama hukuman, sebagai tindak lanjut dari kasus epidemi yang menyebar di dalam “Armada Persahabatan”. Yen Teh-fa secara pribadi juga meminta kepada Presiden Tsai Ing-wen untuk langsung turun tangan memberikan sanksi hukuman yang pantas. Tindakan Menteri MND tersebut, mendatangkan kritikan keras dari anggota legislator partai oposisi Kuomintang (KMT), yang menilai Yen Teh-fa seakan-akan berusaha untuk melindungi Presiden Tsai Ing-wen.
Saat ditemui wartawan di Yuan Legislatif pada tanggal 22 April 2020, Yen Teh-fa menyampaikan, polemik “Armada Persahabatan” yang saat ini tengah hangat di Taiwan merupakan tanggung jawab dari MND dan sudah sepantasnya dipikul oleh Angkatan Laut. Ia juga menepis tudingan atas dirinya yang dinilai seakan-akan hendak melindungi sosok tertentu di dalam tubuh pemerintahan.
Yen Teh-fa mengatakan, “Kami dari Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Laut akan menanggapi serta menyelesaikan kasus penyidikan terhadap peristiwa penularan wabah di dalam “Armada Persahabatan”. Ini adalah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami untuk menuntaskannya. Tentu saja kami juga akan melaporkannya kepada pemerintah pusat dan mereka juga telah memberikan beberapa panduan kepada kami.”
Yen Teh-fa melanjutkan, selain menggelar pelatihan magang bagi para siswa, jadwal pelayaran yang dilakukan oleh “Armada Persahabatan” juga memiliki program pelatihan militer lainnya, seperti pengawalan wilayah maritim kelautan, simulasi manajemen kemiliteran dan operasi medan perang. Menanggapi pro dan kontra dari pihak luar yang berbeda-beda, Yen Teh-fa tidak bersedia memberikan komentarnya.
Terkait instansi mana yang seharusnya menentukan misi rahasia, apakah seharusnya ditetapkan oleh MND atau diputuskan oleh petinggi NSB (Biro Keamanan Nasional)? Yen Teh-fa menjawab, bahwa hal tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan dan merupakan ranah ruang lingkup pengoperasian Kemenhan sendiri.
Selanjutnya media bertanya akan adanya kemungkinan dari “Armada Persahabatan” pernah berinteraksi dengan pasukan lainnnya saat berlayar di laut lepas, Yen Teh-fa pun menjawab “tidak” sebanyak tiga kali.