(Taiwan, ROC) Kader Angkatan Laut yang bergabung dalam terinfeksi mencapai angka puluhan orang, selain menjadi jumlah terinfeksi terbanyak dalam satu hari di Taiwan, juga didapati risiko penularan dalam komunitas. Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona ini, tim tanggap darurat perawatan dan tim pengawas dari Pusat Komando Pencegahan Epidemi (CECC) mulai turun beraksi.
Guna memantau perkembangan kasus terinfeksi, CECC meminta Kemenhan untuk menginstruksikan untuk menghimpun kader AL, namun lebih dari 700 militer dalam kondisi tidak memungkinkan untuk naik transportasi umum, tim tanggap darurat perawatan segera bergerak ke kawasan Utara, Sentral dan Selatan untuk menginventarisir pusat karantina, pada hari Sabtu kemarin (18/4) mengintruksikan mobil antar jemput mengantar 50 tenaga medis ke lokasi yang ditunjuk untuk memberikan bantuan.
Pada hari Senin ini (20/4) dan besok (21/4) selama 2 hari ini masih ada pesawat carteran yang membawa penumpang dari Shanghai, Daratan Tiongkok berkisar 460 orang, ditambah dengan 70 pekerja migran asing dan 610 perwira AL, hampir memenuhi di pusat karantina yang menyedikan sebanyak 2.100 ranjang, namun CECC pada hari Senin ini menyampaikan, sementara ini masih dapat mencukupi, dan secara aktif melakukan penambahan.
Wakil Ketua Tim Tanggap Darurat Perawatan Wang Pi-Sheng (王必勝) lebih lanjut menjelaskan, alasan dari kader militer tidak dibiarkan diisolasi di markas militer karena tempat ini wajib lolos kelayakan sebagai lokasi untuk penampungan karantina.
Wang Pi-Sheng (王必勝) mengatakan ,”Dikarenakan akan berada di sana selama 14 hari, pusat pemeriksaan kami telah mendapat beberapa kali pelatihan, perbaikan dan saat ini dioperasikan dengan baik, lebih sempurna, yang kedua adalah konsep pengumpulan, jika menyebar, bagaimana dapat melakukan pemeriksaan, bagaimana dapat mengendalikannya, maka beberapa orang ini selanjutnya akan di-skrining dan dikarantina, jika tersebar, maka kami tidak dapat menangani ini dengan baik.”
Tim tanggap darurat perawatan mengatur kader militer berkumpul di 7 pusat karantina untuk diisolasi, sementara tim pengawas akan melakukan pemeriksaan, dikarenakan penanganan epidemi ini tidak dapat dilakukan sekaligus untuk lebih dari 700 orang, maka perlu adanya penyesuaian berdasarkan hasil pemeriksaan. Wang mengatakan, semestinya cakupan diperkecil dan difokuskan pada orang terinfeksi atau yang mendapat pengaruh, setelah itu baru lebih diperluas, dengan demikian maka lebih efektif.
Guna memperlaju klarifikasi, CECC pada hari Sabtu kemarin (18/4) memobilisasi 6 laboratorium yang ada di seluruh Taiwan untuk memeriksa lebih dari 700 kader, bahkan pada hari Minggu pagi (19/4) melaporkan kepada publik dari 744 orang diantaranya 720 orang dengan hasil negatif.
Wang Pi-Sheng (王必勝) berterus terang, kondisi kader AL cukup darurat, jumlah kader juga banyak, ini menjadi tantangan permulaan dalam tindakan penanggulangan epidemi, namun setiap instansi akan berupaya semaksimal mungkin, selain mengharapkan dapat menghambat risiko penularan dalam komunitas juga berharap agar dampak dapat ditekan seminim mungkin.