(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan sikap Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang terus bersuara membela Tiongkok dalam kasus COVID-19, telah mendapat banyak kecaman dunia. Salah satu mantan pejabat Kementerian Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat, Joseph Bosco pada hari Rabu tanggal 15 April waktu setempat, mengimbau Presiden Amerika Donald Trump agar dapat mengusung seseorang yang memiliki pengalaman dan profesional dalam bidang pencegahan pandemi, namun turut memiliki ketahanan akan serangan Tiongkok, guna bisa menggantikan posisi Tedros, dan pakar medis Taiwan disebut sebagai salah satu pilihan yang tepat.
Joseph Bosco mengirimkan artikel terkait ke media The Hill. Presiden Donald Trump dipastikan kini telah mengetahui langkah cara dan tindakan yang dilakukan oleh pihak Beijing dan WHO, sehingga barulah mengambil tindakan tegas untuk menghentikan sementara dana subsidi bagi WHO sebagai salah satu aksi wujud penolakan.
Joseph Bosco menjelaskan bahwa Presiden Donald Trump memiliki beragam pilihan tindakan, termasuk menghentikan pendanaan terhadap WHO, keluar dari keanggotaan WHO dan membentuk organisasi serupa WHO, atau meminta Taiwan masuk sebagai salah satu anggota WHO.
Namun, Joseph Bosco juga mengusulkan jika hal terpenting yang kini harus dilakukan adalah melakukan reformasi WHO. Joseph Bosco menjelaskan jika Tedros yang lahir di Ethiopia dan menjabat sebagai Sekretaris Jendral WHO, namun dalam sikap dan tindakan yang ditunjukkan oleh Tedros dalam hal pencegahan pandemi, malah justru berkongkalikong dengan Tiongkok. Tedros disebut jika selama ini selalu menolak kehadiran Taiwan dalam WHO, dan bahkan beberapa waktu terakhir ini, menuding Taiwan telah melakukan penyerangan diskriminasi ras terhadap dirinya.
Joseph Bosco mengatakan, “Ia (Tedros) seharusnya digantikan oleh seseorang yang memiliki kekuatan, dan memiliki pengalaman dalam mengantisipasi dan menangangi pandemi, serta tidak akan terkontaminasi dengan tindkaan politisasi yang dilakukan oleh Tiongkok.”
Joseph Bosco menjelaskan jika para pakar medis Taiwan juga menjadi salah satu pilihan yang sangat tepat, misalnya petugas medis CDC Taiwan yang sebegitu mengetahui adanya keanehan dalam perkembangan virus COVID-19, di waktu pertama langsung segera memberikan laporan kepada WHO. Joseph Bosco mengatakan, “Jika ada seorang yang selalu melakukan hal yang tepat selama masa pandemi, akan lebih baik dan tepat ditempatkan untuk bertugas, dibandingkan dengan seseorang yang senantiasa melakukan kesalahan.”
Joseph Bosco sendiri pada tahun 2005 hingga tahun 2006, bertugas sebagai kepala bidang Tiongkok, kantor Menteri Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat, setelah itu pada tahun 2009 hingga tahun 2010 bertugas sebagai kepala bidang pertolongan dan bantuan kemanusiaan kawasan Asia Pasifik. Kini dirinya bertugas sebagai salah satu anggota dewan konsultasi Global Taiwan Institute di Washington DC.
Sehubungan dengan kondisi COVID-19 yang terus merebak di dunia, telah memberikan pukulan telak terhadap perputaran perekonomian global, banyak anggota senator Amerika yang mengkritik pernyataan yang disampaikan oleh Tedros yang selalu membela Tiongkok dan pelan dalam tugas pencegahan COVID-19. Untuk itu para senator mengimbau pemerintah Amerika dapat menghentikan sementara pendanaan terhadap WHO, hingga Tedros turun dari kursi jabatannya.