(Taiwan, ROC) --- Taiwan telah menyumbangkan produk masker mulut kepada negara-negara di dunia terdampak parah akibat COVID-19, tetapi pesawat yang mengangkut barang tersebut masih memakai nama "China Airlines". Kini, netizen Taiwan pun beramai-ramai mengumpulkan petisi, dengan maksud mengubah nama maskapai nasional menjadi "Taiwan Airlines". Hal ini dilakukan guna untuk mencegah kekeliruan warga asing terhadap nama dari maskapai "China Airlines" sendiri.
Saat ditemui oleh para wartawan di Yuan Legislatif pada tanggal 14 April 2020, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan di era kepemimpinannya menjadi PM pada tahun 2006 silam, dirinya berhasil mengubah nama Bandara Internasional Taoyuan dari yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Bandara Zhongzheng.
Aksi Taiwan yang menyumbangkan jutaan masker mulut ke negara-negara di dunia, mendatangkan banyak pujian dari banyak pihak. Namun dikarenakan nama Inggris dari maskapai nasional Taiwan masih menggunakan kata "China", mengakibatkan beberapa pihak mengira bahwa bantuan tersebut berasal dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok).
PM menuturkan nama resmi dari "China Airlines" sendiri sebenarnya telah membingungkan banyak pihak. Oleh karena itu, Su Tseng-chang meminta Kementerian Perhubungan Taiwan (MOTC) menghubungi pihak maskapai untuk menyertakan tulisan "Taiwan Can Help" disertai bendera nasional dalam setiap pengiriman bala bantuan. Beliau juga berharap, pihak "China Airlines" tidak menyertakan logo mereka dalam paket sumbangan, yang dicemaskan akan menambah kekeliruan pihak penerima. PM menambahkan, dirinya akan mengupayakan wacana perubahan atau setidaknya menempatkan simbol Taiwan dalam nama maskapai penerbangan nasional.
Su Tseng-chang mengatakan, "Selanjutnya kami akan mempercepat untuk mengubah atau menambah simbol Taiwan di badan pesawat China Airlines. Sama halnya ketika kita melakukannya pada WTO. Meskipun zona ekonomi kita adalah Taiwan, Penghu, Kinmen dan Matsu, tetapi kami akan memperbesar simbol Taiwan. Banyak instansi kami yang berada di luar negeri, mulai menambah sebutan Taiwan di belakang Republik of China (ROC). Kami membuat Taiwan menjadi lebih jelas, dengan harapan dunia internasional paham akan perbedaan Taiwan dengan RRT."
Su Tseng-chang menambahkan, komunitas global telah mengakui dan berterima kasih atas peran Taiwan dalam menghadapi wabah korona kali ini. Hal ini juga menjadi kesempatan kita untuk memperlihatkan kepada warga dunia, bahwa Taiwan berbeda dengan RRT.
Meski demikian, PM melanjutkan, mengubah nama "China Airlines" tidak sesederhana yang dipikirkan. Banyak pekerjaan rumah dan faktor-faktor lainnya yang harus diselesaikan. Namun demikian, pemerintah akan berupaya sekeras mungkin untuk mewujudkan hal tersebut di masa mendatang.