History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen: Berharap Tedros Dapat Keluar dari Tekanan dan Bersama Taiwan Berantas COVID-19

  • 10 April, 2020
  • 曾秀情
Presiden Tsai Ing-wen: Berharap Tedros Dapat Keluar dari Tekanan dan Bersama Taiwan Berantas COVID-19
Presiden Tsai Ing-wen

(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan tudingan yang disebutkan dari Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahwa Taiwan telah melakukan serangan personal terhadap dirinya, Presiden Tsai Ing-wen pada hari Jumat tanggal 10 April menyampaikan bahwa tudingan yang tidak berbukti tersebut, telah memberikan informasi yang salah kepada seluruh masyarakat dunia internasional. Presiden Tsai Ing-wen beranggapan bahwa Tedros tidak mengenal dan memahami Taiwan, untuk itu dirinya berharap Tedros Adhanom Ghebreyesus dapat menyingkirkan semua tekanan yang ada, mengundangnya datang langsung ke Taiwan untuk melihat langkah pencegahan pandemic COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah Taiwan beserta dengan seluruh masyarakat yang ada.

Sekretaris Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebelumnya menyebutkan jika pihak Taiwan telah melakukan serangan langsung kepada dirinya. Untuk itu, pada hari Kamis sore tanggal 9 April, Presiden Tsai Ing-wen menulis dalam akun Facebooknya dalam bahasa Mandarin dan Inggris, untuk menyampaikan protes keras kepada Tedros. Selain itu juga menegaskan bahwa Taiwan menentang berbagai bentuk diskriminasi yang ada. Taiwan yang selama ini selalu termarginalisasikan di luar organisasi internasional, justru yang paling dapat merasakan bagaimana rasanya jika didiskriminasi atau disingkirkan sendirian. Presiden Tsai Ing-wen juga langsung menyampaikan undangan kepada Tedros Adhanom Ghebreyesus ke Taiwan, untuk bisa langsung merasakan bagaimana perasaan masyarakat Taiwan takkala didiskriminasi dan diisolasi sendirian, namun masih tetap berjuang dan berharap dapat berjalan masuk menuju dunia serta turut memberikan kontribusi.

Presiden Tsai Ing-wen pada hari Jumat tanggal 10 April bertandang ke pabrik BUMN Taiwan Fertilizer di Taichung, dalam kata sambutannya ia juga menjelaskan bahwa selama ini semua pihak yang ada di Taiwan telah bekerja keras mengatasi pandemi, dan berharap dengan kerja keras ini dapat turut memberikan bantuan kepada dunia internasional. Akan tetapi, sangat disayangkan dengan adanya tudingan yang tidak benar dari Tedros terhadap Taiwan, dan semakin memperburuk kondisi dunia internasional saat ini.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Sebagai seorang presiden, kemarin saya telah menyampaikan protes keras kita, namun saya yakin dan percaya bahwa apa yang dikatakan oleh pejabat di WHO dikarenakan mereka tidak memahami Taiwan. Untuk itu, saya berharap dirinya dapat mengentaskan semua tekanan dan beban, kemudian datang ke Taiwan, melihat langsung bagaimana kerjasama yang tengah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Taiwan, kita bersama-sama menjalankan tugas pencegahan pandemi.”

Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari yang sama menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang kerap memicu emosi berbagai negara. Selain itu, hal tersebut sangatlah tidak adil bagi Taiwan, sehingga dapat terlihat ketidak-profesionalan dirinya untuk dapat bersikap netral. Su Tseng-chang menyebutkan bahwa Taiwan telah mendapatkan banyak tekanan dari Tiongkok, mengalami langsung diskriminasi dan perlakukan yang tidak adil, akan tetapi masih terus berjuang untuk bisa berkontribusi bagi dunia. Dalam masa pandemi COVID-19 yang semakin mengganas, Tedros Adhanom Ghebreyesus, malah memberikan pernyataan yang sangat tidak sopan, tidak berbukti dan mereka-reka, sehingga sangat tidak layak untuk terus duduk sebagai seorang Sekretaris Jendral WHO.

Komentar

Terbarumore