(Taiwan, ROC) -- Tindakan pencegahan Epidemi Taiwan mendapat perhatian masyarakat internasional apalagi dengan tindakan nyata Taiwan memberikan bantuan sebagai bukti bahwa Taiwan mampu memberikan bantuan dan Taiwan sedang memberikan bantuan. Menteri Luar Negeri Joseph Wu dengan menggunakan cara rekaman video pada tanggal 9 April waktu Amerika Timur menyampaikan ceramah dalam seminar secara online di thinktank Institut Hudson, Joseph Wu dalam ceramahnya menyampaikan, karena pemerintah Taiwan mendapat ganjaran pelajaran dari wabah SARS tahun 2003, untuk itu melalui tindakan agresif agar dapat menekan seminim mungkin hantaman wabah terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, untuk itu melakukan tindakan pencegahan sejak dini seperti sejak awal telah membentuk Pusat Komando Epidemi yang mendapat instruksi kekuasaan dari pemerintah melakukan penyesuaian pada tiap-tiap instansi dalam melacak orang-orang yang berinteraksi dengan pasien, pelaksanaan isolasi dan karantina, pendistribusian dan produksi bahan-bahan pencegahan epidemi, bantuan keuangan dan beragam tindakan penting lainnya.
Joseph Wu mengemukakan, transparansi informasi merupakan salah satu kunci keberhasilan kebijakan pencegahan epidemi yang dicanangkan pemerintah Taiwan, mengelar jumpa pers setiap hari untuk memberikan penjelasan secara rinci perkembangan situasi epidemi dalam negeri dan pandemi global, juga membina dan mengajarkan masyarakat umum tata cara pencegahan epidemic. Joseph Wu secara khusus menekankan perbedaan yang paling besar “cara Taiwan” dan “cara Tiongkok”, dengan kejujuran dan transparansi, pemerintah Taiwan tidak menyembunyikan atau berbohong tetapi karena politik dan kekurangan yang ada pada sistem sehingga Daratan Tiongkok tidak memberikan penjelasan. Joseph Wu menyampaikan, dalam menghadapi wabah COVID-19 ini Daratan Tiongkok dengan aktif mempromosikan argumen bahwa sistem otoriter memiliki sumber daya dan kemampuan untuk mengendalikan epidemic, tetapi Taiwan membuktikan yang sebaliknya, negara demokrasi dengan kebebasan dan keterbukaan, “cara Taiwan” membuktikan cara kerja pencegahan yang lebih baik, keterbukaan informasi, kebebasan berpendapat barulah menjadi kunci keberhasilan.
Pada bagian kerja sama internasional, Joseph Wu menjelaskan Taiwan dan Amerika Serikat telah menandatangani “Pernyataan Bersama Kemitraan Pencegahan Epidemi”, dan telah menyumbangkan masker mulut sebagai tindakan bantuan kemanusiaan internasional, selain itu “ Global Cooperation and Training Framework, GCTF” belakangan ini sudah menjadi ajang penting pertukaran dan pembahasan negara-negara kawasan India Pasifik, Kementerian Luar Negeri juga tengah mempersiapkan seminar GCTF yang bertajuk COVID-19 agar dapat berbagi cara yang terbaik dalam tindakan pencegahan epidemi.
Joseph Wu membeberkan, penyebaran virus tidak membedakan batasan dan warga negara, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) terus membatasi Taiwan turut berpartisipasi yang mana ini juga tindakan yang tidak bertanggung jawab karena Taiwan tidak bisa mendapatkan informasi terkait wabah, mungkin menyebabkan timnbulnya celah risiko dalam sistem pencegahan epidemi global, dan kali ini dalam upaya melawan virus korona, Taiwan memiliki banyak pengalaman keberhasilan yang sebenarnya dapat dibagikan pada masyarakat internasional.
Joseph Wu kembali menegaskan, kata-kata “Taiwan dapat membantu” tidak hanya slogan belaka, melainkan tindakan nyata, Taiwan telah mengumumkan terkait bantuan kemanusiaan internasional, membuktikan Taiwan dapat membantu dan sangat bersedia memberikan bantuan, untuk itu mengimbau Amerika Serikat dan negara-negara lainnya agar dapat memberikan dukungan Taiwan berpartisipasi dalam WHO, agar Taiwan dapat berbagi pengalaman keberhasilannya pada masyarakat internasional